Komentar Gubernur Edy Rahmayadi soal Wali Kota Medan Terjaring OTT KPK: Ada Asap Pasti Ada Api
"Kalau ada asap pasti ada api, tetapi namun demikian, kita doakan beliau menyelesaiakan persoalan ini," ujar Gubernur Edy.
Penulis: Satia |
"Yang penting seluruh pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.
Nanti kami lihat situasinya, karena saya belum bisa membuat langkah lebih lanjut karena belum tahu apa informasinya yang pasti," ujar Akhyar.
"Saya sangat terkejut. Beliau abang saya. Ya, saya menangis. Saya hormat sama dia. Kami semua hormat kepada Pak Wali," katanya lagi.
Akhyar pun mengungkapkan, beberapa bulan belakangan ini Wali Kota Medan Dzulmi Eldin memang rutin melakukan terapi pada tumit kakinya.
"Memang beliau ada masalah di tumit kakinya.
Dia sering terapi di RS.
Dia sedang terapi. Itu yang sering dia lakukan beberapa bulan ini.
Ada masalah memang di tumit kakinya," katanya.
Ditanya soal apakah mengetahui tanda-tanda penggeledahan KPK, Akhyar hanya menggeleng.
Ia menambahkan, jika diminta, mereka akan memberikan keterangan apa yang dibutuhkan kepada KPK.
Terkait masalah ini, Ia berpesan kepada ASN yang ada di lingkungan Pemko Medan untuk bekerja seperti biasa.
"Bekerja seperti biasa, hindari perbuatan melanggar hukum, dan kepada masyarakat, tolong pejabat pemerintahan jangan dibebani permohonan bantuan dana," tuturnya.
(cr19/Tribun-Medan.com)