Pascakebakaran 60 Rumah di Sentosa Lama, Warga Bingung Memikirkan Tempat Istirahat
Api sangat cepat menjalar. Dia pun tak terpikir lagi untuk mengambil barang apapun di rumahnya.
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Warga yang menjadi korban kebakaran di Jalan Sentosa Lama, Kelurahan Sei Kera Hulu, Kecamatan Medan Perjuangan, Senin sore tadi (21/10/2019) bingung akan bermalam di mana.
Pasalnya, rumahnya habis terbakar dan tak ada barang yang sempat diselamatkannya.
Diki, berada di rumah sedang istirahat. Di rumahnya ada beberapa orang. Teriakan-teriakan warga lain di luar rumahnya mengagetkan dia dan keluarganya.
Dia keluar dan melihat api sudah membakar rumah tetangganya.
Serta merta dia mengambil ember dan menyuruh keluar semua orang yang ada di dalam rumahnya untuk menyelamatkan diri.
Namun ada saudaranya yang laki-laki yang kemudian mengambil ember untuk mengambil air.
Baca: Puluhan Rumah Terbakar di Sentosa Lama, Ini Keterangan Kapolsek Medan Timur
Baca: VIDEO Kebakaran Melanda Rumah Penduduk di Sentosa Lama
Api sangat cepat menjalar. Dia pun tak terpikir lagi untuk mengambil barang apapun di rumahnya. Pakaian hanya yang dipakainya saja.
"Sudah basah kuyup. Hanya ini lah yang tersisa. Lainnya habis. Tak tau lah mau gimana malam ini nanti," kata Diki dengan nafas terengah-engah.
Diki lalu kembali bersama warga lainnya mengangkat ember berisi air parit di depan Gang Ringgit I. Air dari parit itu keruh dan berbau.
"Mau air apapun dipakai yang penting bisa madamkan api," kata Sulaiman, seorang warga yang rumah saudaranya juga terbakar.
Nisa, ditemui di sebuah gang yang mengarah ke lokasi kebakaran. Dia melihat sekeliling seperti kebingungan melihat rumahnya terbakar habis.
Saat kebakaran terjadi, Nisa sedang berada di dalam rumah bersama keluarganya dan mendengar teriakan dari warga bahwa api sudah membakar salah satu rumah tetangganya.
Baca: BREAKING NEWS: Kebakaran di Sentosa Lama, Warga Bilang Apinya dari Tempat Usaha Salon
Baca: BERITA FOTO Kebakaran di Sentosa Lama, Sekitar 80 Rumah Warga Hangus Terbakar
Dia bersama saudaranya langsung bergegas keluar dan melihat api sudah di depannya. Dia tak sempat menyelamatkan barang-barang apapun dari rumahnya. Rumahnya sudah luluh lantak terbakar.
"Apinya cepat sekali tadi menjalar. Hanya hitungan menit saja sudah sampai ke belakang. Tapi tak tahu lah dari mana asal api. Posisi rumah saya berada di tengah-tengah. Sudah tak ada lagi yang tersisa," kata Nisa.
Dia mengaku hanya bisa bersyukur nyawanya masih selamat. Barang-barang di rumahnya, tidak ada yang bisa diselamatkan.
"Hanya yang dipakai ini saja lah yang ada. Lainnya sudah habis terbakar semua. Posisi rumah saya berada di tengah-tengah. Sudah tak ada lagi yang tersisa," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kebakaran-pemukiman-padat-penduduk.jpg)