Janji Ali Mochtar Ngabalin, Ada Jabatan, Tidak Ada Jabatan, Selalu Ada di Samping Joko Widodo

Ia mengaku akan berada di samping Jokowi untuk melurusakan sebuah narasi atau diksi yang menyesatkan warga Indoensia.

Janji Ali Mochtar Ngabalin, Ada Jabatan, Tidak Ada Jabatan, Selalu Ada di Samping Joko Widodo
Kompas.com/ Fabian Januarius Kuwado
Tenaga Ahli Utana Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin.(Fabian Januarius Kuwado) 

TRIBUN-MEDAN.com - Tenaga Ahli Kantor Staff Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin mengungkapkan bahwa ia  akan selalu berada di samping Presiden Joko Widodo (Jokowi) walaupun tidak memiliki jabatan di kabinet periode 2019-2024. 

Hal tersebut Ngabalin ungkapkan setelah pembawa acara Karni Ilyas bertanya kepadanya mengenai panggilan dari Presiden Jokowi, dilansir TribunWow.com dari channel YouTube Indonesia Lawyers Club, Rabu (23/10/2019).

Diketahui bahwa Jokowi memanggil sejumlah tokoh ke Istana Negara terkait susunan kabinet periode 2019-2014 pada Senin (21/10/2019) dan Selasa (22/10/2019).

Namun nama Ngabalin tidak ada dalam daftar tokoh yang dipanggil oleh Jokowi pada saat itu. "Sekarang Ustaz Ngabalin, oh iya sudah dipanggil belum?," tanya Karni.

Baca: Akibat Cuitan Hina Polwan di Story Instagram, Nora Harus Disidangkan dan Menangis Peluk Korban

Baca: TERKUAK di Persidangan, Bowo Sidik Terus Terang Akui Terima Rp 600 Juta dari Bupati Tetty Paruntu

"Saya dipanggil tidak dipanggil hari-hari ada di Istana," jawab Nagabalin yang mengundang sorakan dan tepuk tangan dari orang-orang disekitarnya.

Nagabalin juga menjelaskan bahwa dirinya akan selalu berada di samping Jokowi walaupun tidak mendapatkan jabatan.

Ia mengaku akan berada di samping Jokowi untuk melurusakan sebuah narasi atau diksi yang menyesatkan warga Indoensia.

"Artinya kan datuk (Karni) juga tahu ada jabatan tidak ada jabatan, saya selalu ada di samping Joko Widodo," ungkap Ngabalin yang kembali membuat orang-orang bersorak.

"Jadi bagi saya ruang publik, ada Ali Mochtar untuk menjaga narasi dan diksi yang menyesatkan publik dan masyarakat saya harus meluruskan," sambungnya.

Selain itu, Ngabalin juga sempat memberikan contoh mengenai saat dirinya tengah meluruskan sebuah narasi yang menyesatkan publik.

Baca: TERKUAK di Persidangan, Bowo Sidik Terus Terang Akui Terima Rp 600 Juta dari Bupati Tetty Paruntu

Baca: TERKUAK di Persidangan, Bowo Sidik Terus Terang Akui Terima Rp 600 Juta dari Bupati Tetty Paruntu

Halaman
123
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved