Buronan Kasus Pembunuhan 2 Aktivis Labuhanbatu Diminta Segera Menyerahkan Diri

"Kepada para pelaku yang masih melarikan diri kami kasih waktu satu minggu untuk menyerahkan diri," kata Agus.

Buronan Kasus Pembunuhan 2 Aktivis Labuhanbatu Diminta Segera Menyerahkan Diri
Tribun Medan/M Andimaz Kahfi
Lima dari tersangka pembunuh dua aktivis di Labuhanbatu saat pemaparan kasus di Markas Polda Sumut, Jumat (8/11/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto meminta tiga tersangka pembunuhan Sanjay Siregar dan Maraden Sianipar yang masih melarikan diri untuk segera menyerahkan diri ke polisi.

"Kepada para pelaku yang masih melarikan diri kami kasih waktu satu minggu untuk menyerahkan diri,"kata Agus di Mapolda Sumut, Jumat (8/11/2019).

Agus menuturkan, polisi telah menangkap lima dari delapan tersangka pembunuhan, termasuk otak pembunuhan. Identitas para tersangka yang masih buron telah diketahui.

"Jadi saya minta kepada Joshua Situmorang, Riki, dan Hendrik Simorangkir, yang merupakan bagian dari para pelaku untuk segera menyerahkan diri," imbau Agus.

"Kami tidak akan ragu untuk melakukan tindakan tegas terukur. Kalau ditangkap jangan melawan. Karena kami akan tindak tegas kalau melawan petugas yang melakukan penangkapan," tegasnya.

Bos PT Amelia Beri Uang Jutaan untuk Habisi Penggarap yang Masuk ke Kebun Sawit

2 Aktivis di Labuhanbatu Dibunuh Orang Bayaran dan Satpam Kebun

Sekali lagi Agus mengimbau, agar ketiga pelaku pembunuhan yang masih berstatus buron untuk segera menyerahkan diri.

"Bagaimanapun juga identitas mereka sudah diketahui. Segera pertanggungjawabkan perbuatan yang sudah dilakukan," imbau Agus lagi.

Terkait status bendahara yang menyalurkan dana untuk para pelaku, Agus mengatakan untuk bendahara yang menyalurkan uang statusnya tidak menjadi tersangka. Tapi melihat peranannya karena dia tugasnya bendahara.

"Bendahara pasti tugasnya banyak bukan hanya dengan bos tapi karyawan di lapangan. Artinya sejauh mana keterlibatan bendahara tergantung pada hasil keterangan saksi dan para tersangka yang diamankan," urai Agus.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka akan dijerat pasal 340 Jo pasal 338 dan pasal 55, 56 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun penjara," pungkas Agus.

Untuk diketahui, jasad Sanjay dan Maraden ditemukan tewas di Komplek PT SAB/KSU Amalia, di Dusun VI, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhan Batu, Sumut, Rabu (30/10/2019). 

Pembunuhan bermula saat kedua korban pada Selasa (29/10/2019), meminjam sepeda motor milik saksi bernama Burhan Nasution untuk berangkat ke ladang melewati kebun kelapa sawit milik PT SAB/KSU Amalia.

Karena tak kunjung pulang, Burhanudin melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisan yang selanjutnya melakukan tracking ke jalan yang dilalui kedua korban.

Setelah ditelusuri personel menemukan mayat Maredan Sianipar kemarin sore, baru tadi hari ini juga  menemukan mayat si Sanjay tidak jauh dari penemuan mayat Maredan.

Saat ditemukan, kedua  korban tewas dengan banyak luka dibagian punggung. Diduga sebagai kasus pembunuhan. (mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved