Kedai Tok Awang

Kenapa PSMS Gagal ke Liga 1

Kelihatannya saja manajemennya profesional, padahal tidak. Manajemennya masih seperti dulu. Manajemen kedai kelontong.

Kenapa PSMS Gagal ke Liga 1
SRIWIJAYA POS/SYAHRUL
SUPORTER PSMS menunjukkan gestur sedih usai pertandingan PSMS kontra Persita Tangerang pada laga pamungkas babak 8 besar di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan, Senin (18/11). PSMS kalah 1-2 dan gagal melaju ke semi final, sekaligus memupus harapan untuk kembali berlaga di Liga 1 musim depan. 

Sehari sudah pertandingan berlalu, tapi di Kedai Tok Awang percakapan tentangnya masih ramai. PSMS menelan pil teramat pahit. Gol di ujung waktu; menit 87, dari Persita Tangerang, membuat harapan yang telah membayang di depan mata buyar seketika.

PSMS kalah 1-2, dan di laga lain yang juga digelar di Palembang pada jam yang sama, Martapura FC gagal menceploskan sebiji gol pun ke gawang Persik Kediri. Skor kaca mata. Persita naik ke posisi pertama disusul Persik, dan PSMS harus mengepak koper, melupakan ambisi kembali ke Liga 1.

"PSMS jelebau," kata Jontra Polta dengan nada suara tinggi. "Padahal tinggal tiga menit. Tinggal sebentar. Bisa pulak kebobolan."

"Alah, Jon. Macam tak pernah nonton bola kau kutengok," ucap Jek Buntal menimpali. "Tiga menit itu lama dalam sepak bola. Apalagi di waktu-waktu genting. Ingat kau Manchester United pernah cetak dua gol dalam 112 detik?"

Jontra Polta mengangguk. "Ingat, lah. Tapi pertandingan itu, kan, tak bisa jadi pembanding. Beda situasinya, Jek."

"Apa bedanya?" tanya Jek Buntal.

"Iyah, memang beda, lah, Jek," sergah Wak Razoki. "Satu di Liga Champions satunya lagi di Liga Indonesia. Itu pun kasta kedua. Sebenarnya pun bukan beda lagi ini namanya. Tapi beda kali. Jauh jaraknya. Ibarat langit sama dasar sumur bor."

Jek Buntal tertawa. Jontra Polta tertawa. Tok Awang, Sudung, dan Lek Tuman yang sedang main Ludo juga ikut tertawa.

"Si Ferguson pelatihnya itu. Bukan kaleng-kaleng," kata Sangkot menyeletuk dari ujung meja. Matanya tak lepas dari layar laptop yang sedang mengalirkan film lama Shah Rukh Khan, Khabi Kushi Khabi Gham. Akhir-akhir ini, diakui Sangkot, dia rindu pada Kajol.

"Bah, jadi kau mau bilang Si Jafri Sastra itu kaleng-kaleng?" sahut Sudung pula.

Halaman
1234
Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved