Begini Fakta Ilmiah dan Cara Mengatasi Ketindihan
Pasalnya, mempercayai ‘ketindihan’ sebagai fenomena mistis akan membuat masyarakat terus terjebak dalam ketakutan yang tidak beralasan.
Begini Fakta Ilmiah dan Cara Mengatasi Ketindihan
TRIBUN-MEDAN.com- Banyak yang mengaitkan peristiwa ketindihan dengan hal-hal berbau mistis, padahal sleep paralysis ini bisa dijelaskan secara ilmiah.
Untuk menjawab fenomena tersebut, sebuah studi terakhir menemukan alasan agar orang-orang yang pernah mengalaminya merasa lebih baik.
Pasalnya, mempercayai ‘ketindihan’ sebagai fenomena mistis akan membuat masyarakat terus terjebak dalam ketakutan yang tidak beralasan.
Penjelasan yang dilansir dari HelloSehat ini memuat fakta bahwa selama siklus tidur Rapid Eye Movement (REM), otak manusia akan mengirimkan sinyal (glycine dan GABA) untuk ‘mematikan’ otot-otot tubuh sehingga kita tidak ikut bergerak selama bermimpi.
• Perbaiki Kualitas Konsumsi, GOPTKI Bagikan Makanan Tambahan untuk PAUD dan TK
Ini adalah sebuah keterampilan evolusi yang penting untuk mencegah kita melukai diri sendiri atau teman tidur ketika kita bermimpi.
Sebanyak 4 dari 10 orang pernah mengalami sleep paralysis. Gangguan tidur ini umumnya dialami oleh orang-orang di tahun remaja hingga usia dewasa muda.
‘Ketindihan’ bisa jadi faktor genetik, namun terdapat sejumlah faktor lain yang mungkin terkait dengan fenomena ini, seperti:
- Kurang tidur
- Waktu tidur yang berubah
- Stres atau gangguan bipolar
• Ganti Rugi Lahan Jalan Tol Seharga Semangkok Bakso, Wanita Ini Menangis Meraung-raung Panggil Jokowi
- Tidur telentang
- Gangguan tidur lainnya (narkolepsi atau kram kaki malam hari)
- Konsumsi obat tertentu, seperti obat ADHD
- Penyalahgunaan narkotika
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-wanita-tidur.jpg)