TERUNGKAP LAGI Hal Janggal Kematian Hakim Jamaluddin, CCTV Rumah Dicabut dan Ada Motor Mengikuti

Info dari kepolisian itu menyebutkan kalau CCTV itu tidak dicolokkan, tapi sebenarnya itu berfungsi jadi disengaja

TERUNGKAP LAGI Hal Janggal Kematian Hakim Jamaluddin, CCTV Rumah Dicabut dan Ada Motor Mengikuti
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Kondisi Rumah Hakim Jamaluddin bersama istrinya Zuraida Hanum di Jalan Aswad, Perumahan Royal Monaco, Blok B No 22, Medan Johor. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hal janggal kembali terungkap pada saat kejadian kematian Hakim Jamaluddin pada 29 November 2019 lalu ternyata CCTV di rumahnya ternyata dicabut.

Hal ini diungkapkan Humas PN Medan, Erintuah Damanik kepada Tribun-Medan. com, Rabu (4/12/2019) di ruang sidang Cakra 6.

Seperti diketahui, rumah Jamaluddin bersama istri keduanya Zuraida Hanum berada di Jalan Aswad, Perumahan Royal Monaco, Blok B No 22, Medan Johor.

"Info dari kepolisian itu menyebutkan kalau CCTV itu tidak dicolokkan, padahal sebenarnya berfungsi. Jadi disengaja," tuturnya.

Hal janggal lainnya dimana ditemukan dari CCTV di sebelah rumah Jamaluddin dimana sekitar pukul 04.00 WIB memang ada mobil Land Crusher Prado yang keluar dari rumah Jamal, namun dengan arah yang berbeda.

Zuraida Hanum (42) istri almahum Jamaluddin SH MH (55), hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara memberikan keterangan pada wartawan seusai pemakaman suaminya  Sabtu (30/11/2019) petang. (SERAMBINEWS/RIZWAN)
Zuraida Hanum (42) istri almahum Jamaluddin SH MH (55), hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara memberikan keterangan pada wartawan seusai pemakaman suaminya Sabtu (30/11/2019) petang. (SERAMBINEWS/RIZWAN) (SERAMBINEWS/RIZWAN)

"Jadi hal janggal lainnya diambil dari CCTV rumah tetangga, kalau mobil itu keluar biasanya ke kanan. Tapi kalau hari itu ke kiri bukan ke arah pengadilan. Dan setelah mobil itu lewat ada sepeda motor yang mengikuti," jelasnya.

Erintuah juga menjelaskan bahwa pada hasil dari autopsi pada malam kejadian hasilnya Jamal ternyata sudah meninggal sejak dini hari.

"Kita mendengar hasil bahwa sebelum visum dalam itu itu, dinyatakan bahwa korban 20 jam sebelumnya sudah meninggal. Itu menyatakan bahwa 20 jam sebelum diautopsi itu dia meninggal, artinya jika dihitung mundur 20 jam itu dia meninggal sekitar jam 3 atau 4 subuh," jelasnya, Rabu (4/12/2019).

Ia belum dapat memastikan kematian tersebut akibat dibunuh atau tidak.

"Saya tidak tahu dibunuh apa enggak, yang jelas infonya seperti itu sudah meninggal 20 jam sebelum di otopsi, berarti sekitar jam 3 atau 4 subuh kalau kita hitung menurut hitung-hitungan mundur otopsi jam 20.00 WIB," tutur Erintuah

Halaman
1234
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved