Oknum Kepsek Obral Rayuan kepada Siswi SMP, Para Ortu Resah hingga Datangi DPRD
Mantan kepala sekolah yang baru pensiun per 1 Desember 2019 obral rayuan kepada siswi SMP.
"Berawal dari chating, guyonan menjadi penyebab. Yang bersangkutan sudah pensiun per 1 Desember kemarin," katanya.
Sementara terkait tuntutan dari para orangtua siswa, hanya ingin agar DNT jujur, sehingga permasalahan menjadi lebih jelas.
Dari pertemuan itu, DNT akhirnya mengakui bahwa dirinya telah mengirim pesan bernada rayuan kepada sejumlah siswinya.
Setelah mendapat pengakuan dari DNT, Darmaja mengklaim jika permasalahan ini sudah selesai.
"Tadi yang bersangkutan sudah jujur, dan permasalahan ini sudah selesai. Sudah damai. Dalam waktu dekat kami juga akan mendatangi sekolah tersebut, untuk meluruskan hal ini kepada seluruh siswa agar tidak menimbulkan keresahan, agar informasi ini tidak liar. Tidak terjadi apa-apa, tidak ada yang mengarah ke hal yang negatif," terangnya.
Dengan adanya kasus ini, Darmaja mengimbau kepada seluruh warga sekolah, baik kepala sekolah maupun guru untuk menjaga martabat pendidikan.
"Pendidikan itu adalah profesi yang mulia. Jaga martabat pendidikan, jangan sampai tercoreng," ungkapnya. (TribunBali.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunbali.com dengan judul 10 Siswi SMP Bali Jadi Korban Rayuan Gombal Eks Kepala Sekolah: Berawal Chatting, Begini Akhirnya,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/gadis-18-tahun-diperkosa-bergilir-oleh-ayah-abang-dan-adik.jpg)