Kasus Pemukulan Ibu Lima Anak, Polres Tanah Karo Tetapkan Satu Tersangka

ibu lima anak ini menjadi korban salah tuduh oleh seorang wanita yang tidak dikenalnya.

Kasus Pemukulan Ibu Lima Anak, Polres Tanah Karo Tetapkan Satu Tersangka
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ KAHFI
Korban penganiayaan yang bermula karena dituduh mencuri Yenda Marlina br Hutagaol, menunjukkan berkas laporan dan hasil rontgent di rumahnya, di kawasan Kecamatan Simpangempat, Jumat (22/11/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Beberapa waktu lalu, seorang ibu rumah tangga Yenda Marlina br Hutagaol, menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang.

Diketahui, ibu lima anak ini menjadi korban salah tuduh oleh seorang wanita yang tidak dikenalnya.

Informasi sebelumnya, wanita yang sehari-hari menjadi pedagang ikan keliling ini mendapat perlakuan tidak menyenangkan pada Rabu (6/11/2019) lalu. Awal penganiayaan yang dialaminya ini, terjadi di seputar Pasar Kabanjahe.

Saat ditanya tindak lanjut dari kasus ini, Kasat Reskrim Polres Tanah Karo AKP Sastrawan Tarigan, mengungkapkan pihaknya telah menetapkan satu orang tersangka.

"Kita sudah kita Tetapkan satu orang tersangka, dan sudah kita tangkap pelakunya," ujar Sastrawan, Minggu (8/12/2019).

Menurut informasi, sebelumnya Yenda diketahui telah melakukan pelaporan atas perlakuan yang dialami dirinya ke Polres Tanah Karo. Diketahui, laporan tersebut telah masuk ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tanah Karo, per tanggal 9 November kemarin.

Sastrawan menjelaskan, atas laporan tersebut pihaknya langsung melakukan pemanggilan terhadap tiga orang saksi. Yaitu wanita yang diduga melakukan penganiayaan awal terhadap Yenda, suaminya, serta satu orang saksi lainnya.

"Kita langsung lakukan pemanggilan terhadap ketiganya, tapi yang awal datang itu suami-istri yang diduga menjadi pelaku awal, kemudian satu saksi lagi menyusul. Tapi sudah selesai semua saksi kita periksa," ucapnya.

Sastrawan mengaku, selain pemeriksaan saksi pihaknya juga memeriksa bukti-bukti lainnya. Dirinya mengatakan, setelah mendapatkan cukup bukti, pihaknya langsung menetapkan Arvi Marudut Manik sebagai tersangka. Diketahui, Arvi merupakan suami dari wanita yang melakukan penganiayaan awal terhadap Yenda.

"Iya si suami dari ibu-ibu itu yang kita tetapkan sebagai tersangka, penetapan yang bersangkutan berdasarkan keterangan saksi-saksi, dan ada juga barang buktinya," katanya.

Saat ditanya mengenai status dari wanita yang diketahui melakukan aksi penganiayaan pertama kali, dirinya mengaku pihaknya memang berencana akan melakukan pemanggilan ulang.

"Mau kita panggil lagi memang istrinya itu," ucapnya.

Sastrawan menjelaskan, akibat dari perbuatannya tersangka akan dipersangkakan dengan pasal 170 subsider 351 KUHP, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. 

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved