Perguruan Teratai Suci Juara Umum Kejuaraan Pencak Silat Piala Gubsu 2019
Gelar terbaik itu diraih perguruan asal Tanah Karo ini setelah berhasil meraup 3 medali emas, 2 perak, dan 3 perunggu.
Penulis: Chandra Simarmata |
TRIBUN-MEDAN.com-Perguruan Teratai Suci sukses merebut gelar juara umum pada kejuaraan pencak silat Piala Gubernur Sumatera Utara tahun 2019 yang tuntas digelar di GOR mini Disporasu, Rabu malam (18/12/2019).
Gelar terbaik itu diraih perguruan asal Tanah Karo ini setelah berhasil meraup 3 medali emas, 2 perak, dan 3 perunggu.
Diwawancara usai merayakan juara, Asisten pelatih Teratai Suci Edigia Pelawi mengatakan, torehan gelar juara umum yang dicapai kontingennya sebenarnya di luar ekspektasi. Sebab, dia menilai persaingan juga berlangsung cukup ketat.
Semula tim nya hanya menargetkan masuk posisi tiga besar. Namun raihan 3 emas yang juga memang sesuai dengan target awal mampu membawa mereka menjadi jawara.
"Kami berkekuatan 14 pesilat. Target awal juara umum tiga. Mungkin karena emasnya terbagi rata, kita lebih unggul medali perak. Makanya bisa kami juara umum satu. Target kami tiga emas memang," ucap Edigia usai perayaan kemenangan.
Lebih lanjut kata Edi, dia berharap kejuaraan serupa bisa terus digelar rutin oleh Dispora maupun KONI Sumut. Dengan demikian akan memotivasi para pesilat khususnya pendekar muda untuk berlatih keras. Apalagi para pesilat merupakan atlet yang diproyeksikan bakal membela Sumut di arena PON 2024.
"Kita harapkan atlet ini terus berlatih. Selain itu kita juga harapkan para atlet bisa mendapat perhatian baik dari Dispora maupun KONI termasuk untuk fasilitas. Karena sebagian besar atlet kami masih latihan di sekolah jadi kalau bisa ke depan ada tempat khusus berlatih," ucapnya.
Sementara itu, Kabid Peningkatan Olahraga Prestasi Dispora Sumut Joshua Sinurat yang hadir menutup kejuaraan pencak silat tersebut
mengatakan, seluruh rangkaian event olahraga piala Gubsu yang dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024. Melalui event ini pula diharapkan lahir talenta - talenta atlet potensial untuk membawa Sumut meraih prestasi terbaik di PON, minimal membawa Sumut masuk posisi 5 besar.
"Mereka ini menjadi tulang punggung PON 2024 dimana Sumut dan Aceh menjadi tuan rumah. Dengan adanya event - event yang kita laksanakan ini dalam rangka persiapan kita menuju PON 2024. Kita bergerak dan bekerja empat tahun ini sebagaimana prestasi medali Sumut bisa masuk 5 besar melalui cabang - cabang olahraga beladiri," ucap Joshua.
Lebih lanjut dikatakan mantan pegulat nasional ini, cabor pencak silat merupakan salah satu cabang andalan Sumut untuk mendulang medali di event - event nasional termasuk di PON 2024. Karena itu pembinaan juga harus terus digalakkan sejak sekarang agar berhasil saat PON 2024.
"Potensi cabor beladiri sangat baik untuk menyumbang prestasi bagi Sumut, makanya kita akan terus laksanakan event - event olahraga beladiri. Kejuaraan ini akan kita rutin laksanakan tiap tahun. Kerja sama Dispora dengan kita KONI dan pengprov cabor - cabor sangat baik. Kita punya satu tekad agar seluruh cabor dapat prestasi terbaik di PON 2024," Kata Joshua.
Sebagai motivasi kepada para atlet, Joshua mengingatkan potensi pencak silat Sumut tidak jauh berbeda dengan provinsi lain. Meski hari ini prestasinya menurun. Begitupun, Joshua optimis dengan tekad latihan keras dan pembinaan yang serius, bukan tidak mungkin dari 32 emas yang diperebutkan pada PON 2024, minimal 16 emas bisa direbut Sumut. Karena itu dia juga mendorong Kerja sama antara pemprovsu dengan atlet dan antara Pengprov cabor dengan KONI Sumut dalam proses pembinaan lanjutan atlet silat tersebut.
"Saya selalu memberikan potensi kepada anak - anak, orang lain bisa kenapa kita tidak? Apa salahnya kalau kita punya cita - cita. Di sini sasaran kita ke depan melihat peluang medali. Termasuk pencak silat dari 32 nomor, baik nomor tanding dan regu sangat bisa kita ambil. Dengan ketentuan atlet mulai sekarang atlet berlatih untuk mendapatkan itu," kata Joshua.
Adapun di ajang itu, gelar pesilat terbaik putra disematkan kepada Wildan Ananda Rahman dari tim PPLP Sumut, dan pesilat putri terbaik diberikan kepada Duma Marissa Sembiring dari perguruan Teratai Suci. Persilat harapan diberikan kepada Nadia Utami dari perguruan Satria Suci.
Duma Sembiring yang juga Peraih emas di Kelas C putri (47-51 kg) mengatakan, prestasi ini sebagai motivasi dirinya menjadi lebih baik di event - event berikutnya. Secara khusus medali emas ia persembahkan bagi kedua orang tuanya. Menurut atlet kelas 3 SMP ini, medali emas yang ia raih adalah buah kerja keras selama latihan di daerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/perguruan_teratai_suci.jpg)