Ikan Predator Berukuran 13 Kg Ditangkap Warga dari Danau Toba

Ikan bawal air tawar ini kerap ditangkap warga sekitar Danau Toba berukuran besar, yaitu mencapai 13 Kg per ekor.

Tayang:
Facebook / Tamsar
Tamsar, Warga Desa Galol, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, berhasil menangkap dua ekor ikan bawal tawar dari Danau Toba. 

Baterai Ponsel Tiba-tiba Terbakar di Pesawat, Pria Ini Alami Luka Bakar, Ternyata Ini Penyebabnya

Inul Daratista Tunjukkan Kamar Putra Semata Wayangnya, Fasilitas di Dalamnya Bikin Kagum

Elly Sugigi Ungkap Reaksi Sang Kekasih, Aditya Gumelar saat Lihat Penampilannya seusai Potong Gigi

Undangan Pernikahan Sudah Disebar, Yanto Simbolon Tewas Kecelakaan sebelum Menikahi Yanti

Larva hasil penetasan dapat bertahan dengan yolksack yang dibawanya sampai 4 – 5 hari setelah penetasan sebelum kemudian diberi pakan Artemia.

Cukup dengan pemberian 2 – 3 kali per hari selama hanya 2 – 3 hari, larva sudah dapat dijual atau ditebar ke kolam.

Pendederan dan pembesaran di kolam relatif tidak sulit dilakukan. Pertumbuhan ikan relatif cepat meskipun memerlukan kandungan oksigen yang mencukupi melalui aliran air ke kolam.

Pakan yang diberikan dapat beragam mulai dari pakan buatan, sisa-sisa sayuran, ikan yang lebih kecil bahkan sampai biji kapuk.

Kemudahan-kemudahan tersebut telah mendorong para pengusaha ikan memacu produksi ikan ini yang menyebabkan perkembangan budidayanya sedemikian cepat dan berkembang di banyak tempat bahkan cenderung tidak terkendali.

Sejarah Masuk ke Indonesia

Ikan bawal air tawar sendiri berkembang dengan baik di beberapa negara Amerika Selatan dan diantaranya adalah Venezuella, Colombia, Peru, Ekuador, Brazil, dan Argentina.

Selain di temukan di sungai Amazon, ikan bawal air tawar juga dapat dijumpai di anak-anak sungai Amazon dan lembah sungai Orinoco, serta daerah aliran sungai Rio de La Plata.

Ikan bawal air tawar sendiri dimasukkan ke Indonesia dari Brazil pada tahun 1986, oleh sebuah perusahaan swasta, yang bergerak di bidang, usaha budidaya ikan konsumsi, di Tangerang, Banten.

Dulu saat awal-awal masuk ke Indonesia ikan bawal dijadikan sebagai ikan hias, yang ditempatkan di aquarium ataupun kolam hias di halaman rumah.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved