Ini Dua Pemain Calon 'Tsubasa dan Hyuga' Timnas Indonesia pada Masa Depan
Sepak terjang Rafli dan Nico sempat dibahas secara khusus oleh Timo Scheunemann.
"Kini, semua tergantung Nico. Kalau ia terus bekerja keras di setiap latihan dan mempraktekkan ajaran pelatih, Nico berpeluang menjadi striker tangguh untuk Persija dan Indonesia di masa depan," ucap Timo.
"Stay hungry, Nigol! Teruslah berkembang! Demi Indonesia, jadilah pemain yang disiplin dan tidak cepat puas diri!" pungkas Timo.
Tujuan utama program Garuda Select bukan untuk membentuk sebuah tim, namun untuk menanamkan profesionalisme.
Tujuannyaa agar para pemain bisa berkembang dalam dunia sepak bola profesional, baik di dalam maupun di luar negeri.
Di setiap musim, tim teknis Garuda Select memilih 24 bakat terbaik Indonesia untuk ditempa secara intensif di Eropa, mengejar segala ketinggalan mereka baik dari sisi mental, fisik, teknik, atau pun taktik.
Kriteria pemilihan bakat pun dilakukan berdasarkan penilaian atas potensi mereka untuk berkembang di masa depan, dan bukan berdasarkan kemampuan yang mereka tunjukkan sekarang.
"Meski memiliki kemampuan teknik yang tinggi, pemahaman taktik sepak bola pemain Indonesia sangat tertinggal dan itu akan semakin terlihat dengan meningkatnya jenjang kompetisi yang mereka ikuti," kata Dennis Wise.
"Tujuan dari program ini adalah mengejar ketertinggalan itu dan membekali para pemain untuk bisa melanjutkan perkembangan mereka sebagai pemain sepak bola profesional di tingkat yang lebih tinggi," ucap Wise. (Alsadad Rudi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/alfriyanto_nico_bagus_kahfi.jpg)