Desa Wisata Silalahi Siap Manjakan Turis yang Ingin Dapat Pengalaman Jadi Warga Kampung
Desa Silalahi II di Kecamatan Silahisabungan dicanangkan sebagai desa wisata pertama di Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara.
Desa Wisata Silalahi Siap Manjakan Turis yang Ingin Dapat Pengalaman Jadi Warga Kampung
Laporan Wartawan Tribun Medan / Dohu Lase
TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Desa Silalahi II di Kecamatan Silahisabungan dicanangkan sebagai desa wisata pertama di Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara. Pencanangannya diresmikan Bupati Dairi, Eddy Berutu, Senin (30/12/2019).
Dengan ditetapkan sebagai desa wisata, Desa Silalahi II terbuka bagi setiap pelancong yang ingin jadi penduduk Desa Silalahi II sementara.
Tak sekadar jalan-jalan dan memanjakan mata akan panorama alam lokasi, para turis juga diterima untuk berkecimpung dalam keseharian warga setempat dan merasakan sensasi pengalaman menjadi orang desa.
Bupati Eddy Berutu dalam pidatonya mengatakan, pesona panorama alam perbukitan Silahisabungan sebetulnya tak kalah dengan di negeri Afirika Selatan dan Swiss.
"Silalahi punya panorama alam yang sangat mempesona. Saya, kalau bisa, ingin sekali berkantor di sini. Saya pernah ke beberapa tempat di luar negeri, seperti Afrika Selatan dan Swiss. Beginilah kurang lebih di sana. Mereka (masyarakat dunia-red) karena belum pernah ke sini, 'aja'. Kalau tahu begini, mereka pasti bakal 'ngiler'," kata Eddy.
Eddy mengatakan, gaya liburan serba mewah kini sudah mulai ditinggalkan. Turis-turis, terutama dari luar negeri, sekarang justru lebih menyukai gaya berlibur yang etnik dan alami.
"Back to basic. Mereka (turis-red) ingin menyatu dengan masyarakat demi mendapat experience di tempat wisata," ujar Eddy.
Eddy berharap bantuan para Raja Turpuk (tetua-tetua adat) serta tokoh-tokoh agama untuk menanamkan pola pikir 'Tuan rumah yang baik', serta berjiwa melayani, kepada setiap masyarakat Silalahi.
"Jangan nanti mereka (turis-red) baru datang sekali, langsung kecewa. Cerita ke mana-mana, jangan lagi ke sini. Wah, tamatlah kita. Bukan kuasa pemerintah lagi kalau sudah begitu," kata Eddy mengakhiri.
Kabid Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi, Marulak Situmorang yang ditemui Tribun Medan mengatakan, di Desa Silalahi II sudah ada 22 homestay yang siap menerima kedatangan wisatawan.
Baru-baru ini juga, imbuh Marulak, sebanyak 40 anak muda Silahisabungan telah diambil untuk dididik menjadi pemandu.
"40 orang itu sudah selesai pelatihan, kondisi siap pakai," kata Marulak.
Masih Alami
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bupati-eddy-berutu-tinjau-dermaga-wisata-di-desa-silalahi-ii.jpg)