Relawan dan P2K Medan Terus Upayakan Pencegahan Kebakaran di Kota Medan dan Sekitarnya

Selama ini, para relawan membantu membuka jalan mobil damkar untuk memasuki lokasi kebakaran dan lokasi hydrant.

Dok. Humas Pemerintah Kota Medan
Kadis P2K Kota Medan Albon Sidauruk bersama para relawan, di Kantor Dinas P2K Jalan Borobudur Medan, Selasa (31/12/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com – Kepala Dinas (Kadis) Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) Kota Medan Albon Sidauruk mengatakan, kebakaran di Kota Medan meningkat dibanding tahun lalu.

Di tahun 2018, kebakaran terjadi 216 kali. Sedangkan pada 2019, terjadi 283 kali. Dinas P2K pun menangani seluruh kebakaran itu, termasuk di wilayah Kabupaten Deli Serdang.

“Kami tidak memandang wilayah dalam mencegah dan memadamkan kebakaran. Dengan demikian, masyarakat merasakan kehadiran pemerintah,” kata Albon, dalam keterangan tertulis.

Ia menyampaikan pernyataan itu di Kantor Dinas P2K Jalan Borobudur Medan, Selasa (31/12/2019).

Ia melanjutkan, dari 283 kasus kebakaran, 257 di antaranya merupakan kebakaran murni, sedangkan 26 lainnya merupakan operasi penyelamatan Dinas P2K.

Penyelamatan itu meliputi operasi amankan sarang tawon sebanyak 22 kali dan tangkap ular, tangkap monyet, tangkap kucing, serta evakuasi manusia masing-masing sekali.

Pada peristiwa kebakaran sepanjang 2019, terdapat empat korban meninggal dan 17 orang luka. Total kerugian materi mencapai sekitar Rp 56 juta.

Undang relawan

Pada kesempatan itu, Albon mengundang Relawan Patwal Ambulance Indonesia (RPAI) dan Indonesian Escorting Ambulance (IEA).

Ia berterima kasih kepada mereka karena selama ini setia dan tanpa pamrih membuka jalan mobil pemadam kebakaran (damkar) menuju lokasi kebakaran dan memudahkan jalan mobil menuju lokasi hydrant.

“Kami berharap dukungan ini dapat terus dilakukan. Kami pun siap memberi pelatihan tentang tata cara pencegahan dan pemadaman kebakaran kepada relawan,” kata Albon.

Ia juga menjelaskan mengenai sebab kebakaran. Kompor/gas menyebabkan kebakaran 16 kali, lampu/lilin sekali, listrik 133 kali, rokok tiga kali, dan penyebab lainnya 130 kali.

“Umumnya 95 persen kebakaran terjadi akibat kelalaian. Untuk itu, kami akan terus melakukan sosialisasi sehingga masyarakat tahu upaya antisipasi dan langkah saat kebakaran,” kata Albon.

Selama ini, sosialisasi dilakukan di sekolah-sekolah. Harapannya, para siswa dapat menyampaikan pengetahuannya kepada keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya.

Ke depannya, Dinas P2K akan fokus melakukan sosialisasi kepada komunitas-komunitas seperti relawan, remaja masjid, muda-mudi gereja, dan wartawan. Albon yakin, sosialisasi tersebut efektif mencegah dan mengantisipasi kebakaran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved