Relawan dan P2K Medan Terus Upayakan Pencegahan Kebakaran di Kota Medan dan Sekitarnya
Selama ini, para relawan membantu membuka jalan mobil damkar untuk memasuki lokasi kebakaran dan lokasi hydrant.
Selain sosialisasi, Dinas P2K juga membuka diri bagi pelajar tingkat PAUD hingga SMA untuk berkunjung guna mengetahui kinerja petugas damkar.
“Dengan adanya pengetahuan tentang tata cara pemadaman, para siswa akan cepat melakukan tindakan antisipasi, sehingga kebakaran tidak meluas,” kata Albon.
Saat ini, Dinas P2K memiliki 35 unit mobil damkar yang siaga di Jalan Candi Borobudur (pos utama), Amplas, KIM, dan Belawan. Mobil damkar tersebut berisi 145 ton air dan berada dalam posisi stand by.
Beri pelayanan terbaik
Albon menegaskan, seluruh jajarannya berupaya memberikan pelayanan terbaik. Begitu call center menerima laporan, ia meminta anggotanya sampai di lokasi kebakaran (response time) dalam waktu 10 menit.
Namun, ada pengecualian, yakni di Padang Bulan (Jalan Jamin Ginting) dan Medan Helvetia. Itu karena wilayah tersebut sangat padat kendaraan bermotor, terutama saat jam sibuk.
Guna memaksimalkan response time, imbuh Aibon, di tahun 2020 akan dibangun dua pos pembantu di Kecamatan Medan Tuntungan dan Medan Tembung.
Jika dua pos itu sudah beroperasi, ia optimistis petugasnya akan makin cepat tiba di lokasi kebakaran.
Albon melanjutkan, pihaknya sudah menyurati PDAM Tirtanadi. Pasalnya, dari 118 hydrant air, hanya 57 unit saja yang kelihatan dan hanya enam unit yang berfungsi.
“Padahal, hydrant air sangat vital dalam mendukung kecepatan Dinas P2K memadamkan api,” kata dia.
(Penulis: Inadha Rahma Nidya / Editor: Anggara)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kadis-p2k-kota-medan-albon-sidauruk-bersama-para-relawan.jpg)