Remaja Keterbelakangan Mental Jadi Korban Kejahatan Seksual di Samosir

Anak berusia 16 tahun dan tercatat sebagai siswi di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Samosir

Tayang:
Penulis: M.Andimaz Kahfi | Editor: M.Andimaz Kahfi
NET
Ilustrasi anak di bawah umur sedang trauma saat disetubuhi ayahnya berkali-kali. 

Remaja Keterbelakangan Mental Jadi Korban Kejahatan Seksual di Samosir

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR - Kasus kejahatan seksual terhadap anak memiliki keterbelakangan mental terjadi Desa Lintongnihuta, Kecamatan Ronggurnihuta, Kabupaten Samosir.

LN (26) merupakan pelaku kejahatan seksual terhadap anak di Desa Lintongnihuta, Kecamatan Ronggurnihuta, Kabupaten Samosir.

Kasus ini berawal pada Rabu (1/1/2020) siang.

Anak berusia 16 tahun dan tercatat sebagai siswi di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Samosir ditelepon oleh LN (26).

Pelaku meminta untuk bertemu di warung dekat rumah korban di Desa Lintongnihuta, Kecamatan Ronggurnihuta Kabupaten Samosir.

"Putri saya ditelepon oleh LN minta untuk bertemu," kata ayah korban AS.

"Lalu putri saya bersedia dan bertemu di warung dekat rumah," sambungnya.

Disebutkan ayah korban, LN kemudian bilang jangan bertemu dekat warung, dengan alasan banyak orang.

Kemudian LN meminta bertemu di tempat yang agak sepi di samping Wisma.

Menurut AS, putrinya kemudian diajak LN untuk jalan-jalan ke lokasi wisata Danau Sidihoni yang masih berada di Kecamatan Ronggurnihuta.

Setelah cukup lama di situ, korban lalu minta pulang dan oleh LN disanggupi.

Namun di tengah jalan tiba-tiba korban dibawa ke sebuah simpang jalan buntu.

Disana ada kebun kopi di desa Lintongnihuta dan disitulah anak korban diperkosa oleh LN.

AS bercerita bahwa putrinya waktu kecil pernah terkena demam tinggi hingga mengalami step dan sampai saat ini masih mengalami keterbelakangan mental.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved