Rektor UISU Dr. Yanhar Jamaluddin Hampir Putus Kuliah, Sempat Jadi Sales
Perjalanan hidup Rektor Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Dr. Yanhar Jamaluddin, M.AP penuih dengan warna.
TRIBUN-MEDAN.com-Perjalanan hidup Rektor Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Dr. Yanhar Jamaluddin, M.AP penuih dengan warna.
Kilas balik ke belakang, Yanhar memulai pendidikan SD sejak usia lima tahun di daerah Medan Belawan. Sepulang dari sekolah, ia biasanya melanjutkan kegiatan untuk mengaji.
Diakuinya, semasa SMP ia juga tergolong anak yang biasa-biasa saja. Saat itu, setiap upacara, ia diipilih sebagai pembaca doa.
Kemudian, saat duduk di SMA ia mulai berprestasi dengan mendapat juara pertama.
Ketika ingin melanjutkan pendidikan perguruan tinggi Yanhar ingin masuk Universitas Sumatera Utara. Namun sangat ketika itu ia tidak lulus Perguruan Tinggi Negeri tersebut.
"Saat itu saya pilih USU, sosial politik. Tapi enggak lulus PTN. Dan kemudian saya memilih UISU. Tahun pertama dan kedua, saya biasa-biasa saja. Tahun ketiga saya mulai berprestasi dengan mendapat beasiswa," ucap Yanhar.
Dikatakannya, selama dua tahun, ia menduduki jabatan sebagai ketua senat mahasiswa di UISU.
"Alhamdulillah selama jadi ketua senat itu pengalaman luar biasa, dan ketua senat itu cikal bakal kepemimpinan,"ucapnya.
Meskipun begitu, ia mengaku masa perkuliahan juga merupakan masa-masa kritis, sebab orangtua sempat tidak mampu membayar SPP.
"Sampai ibu saya datang ke PD (Pembantu Dekan) II membuat perjanjian penundaan membayar SPP. Sempat terpikirkan oleh saya untuk putus kuliah, tapi orangtua tetap menyemangati saya. Orang tua bilang 'tugas kamu belajar'. Saya buktikan saya bisa berprestasi, lima tahun saya selesai kuliah," jelas Yanhar.
Kemudian ia diterima sebagai asisten dosen. Ketika itu, ia juga bekerja sebagai sales, menjual minuman mineral dari pintu ke pintu.
"Sebagai sales marketing saya belajar bekerjasama, berkomunikasi dan kesabaran dan kita ditempa betul-betul. Itu menjadi modal saya," ungkapnya.
Adanya penawaran menjadi dosen tetap pada tahun 1998, akhirnya ia mengundurkan diri dari pekerjaan sales dan pada tahun yang sama, ia memutuskan untuk berumahtangga.
"Tantangan memulai berumahtangga itu, saya ingat gaji saya hanya Rp 350 ribu per bulan," tambahnya.
Seiring berjalannya waktu, ia melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Medan Area dan S3 di Universitas Padjajaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/yanhar_jamaluddin_rektor_uisu.jpg)