Sikapi Gerakan Save Babi, Pemprov Sumut Tegaskan Tidak Ada Pemusnahan Babi: Jangan Diprovokasi

Sikapi Gerakan Save Babi, Pemprov Sumut Tegaskan Tidak Ada Pemusnahan Babi: Jangan Diprovokasi

Sikapi Gerakan Save Babi, Pemprov Sumut Tegaskan Tidak Ada Pemusnahan Babi: Jangan Diprovokasi
Tribun-Medan.com/Alija Magribi
Sikapi Gerakan Save Babi, Pemprov Sumut Tegaskan Tidak Ada Pemusnahan Babi: Jangan Diprovokasi. Spanduk nyeleh di acara Wisata Kuliner Babi di Komplek CBD Polonia, Jalan Padanggolf, Polonia, Medan, Senin (16/12/2019). 

Sikapi Gerakan Save Babi, Pemprov Sumut Tegaskan Tidak Ada Pemusnahan Babi: Jangan Diprovokasi   

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara, Azhar Harahap menegaskan tidak akan ada pemusnahan ternak babi di Sumatera Utara (Sumut) terkait kasus babi mati yang disebabkan virus hog cholera ( kolera babi) dan virus demam babi afrika (african swine fever/ ASF).

Hal tersebut disampaikannya karena adanya 'riak' di masyarakat yang menyebut bahwa Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengeluarkan statement untuk melakukan pemusnahan ternak babi.

Dalam konferensi pers yang digelar kantornya pada Jumat petang (17/1/2020), Azhar yang baru tiba dari Jakarta mengatakan, dirinya menerima menerima undangan bahwa hari Selasa nanti, akan ada gerakan masyarakat 'Save Babi' yang di dalamnya menyebutkan 'untuk menyikapi rencana pemusnahan ternak dan babi di Sumut.

"Pak Gubernur tidak pernah mengeluarkan statement ternak babi di Sumut ini. Statement pak Gubernur, selama saya dampingi ternak babi di Sumut tidak akan dimusnahkan," katanya.

Azhar menambahkan, di dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Hewan dan juga Peraturan Pemerintah Nomor 95/2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesehatan Hewan, tidak dibenarkan menyakiti hewan.

"Di situ mengatakan tidak dibenarkan melakukan stamping out (pemusnahan) terhadap hewan yang kena penyakit. Jadi tidak benar Gubernur mengatakan mau memusnahkan ternak babi di Sumut. Jangan diprovokasi seperti itu, kasihan rakyat," katanya.

Langkah pengendalian Azhar menambahkan, seiring dengan terjadinya wabah penyakit babi di Sumut sejak 25 September lalu mulai ditemukan di Dairi dan Humbahas.

Pada tanggal 7 Oktober, Gubsu sudah memberikan instruksi kepada seluruh Bupati dan Wali Kota di Sumut untuk menyikapi wabah penyakit pada babi dengan mengambil langkah pengendalian.

Pertama, tidak dibenarkan membuang babi yang mati ke dalam sungai, hutan, ataupun ke jalanan, akan tetapi segera ditanam agar tidak mencemari lingkungan apalagi karena virus African Swine Fever (ASF) ini sampai saat ini di dunia belum ada obat maupun vaksinnya.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved