Smart Woman

Fitri Medina: Saya Adalah Seorang Dokter, Bisnis Hobi Saya

Selain berprofesi sebagai dokter gigi, Fitri Medina juga berbisnis properti dan investasi emas. Dia memang suka berbisnis sejak masih kuliah.

Tayang:
Dokumentasi Fitri Medina
Drg Fitri Medina 

TRIBUN-MEDAN.com-Melakoni banyak bisnis tak membuat drg. Fitri Medina lupa akan tanggung jawabnya sebagai seorang dokter. Bagi Fitri, menjadi dokter adalah tanggung jawab, sedangkan bisnis hanyalah sebagai hobinya.

"Bagi saya menjadi dokter itu tanggung jawab. Banyak tawaran untuk klinik saya dibuat jadi franchise. Tapi bagi saya klinik bukan soal untung dan rugi. Kalau mau bahas untung dan rugi, itu di bisnis," ujarnya, Sabtu (18/1/2020).

Fitri mendapatkan gelarnya di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara. Saat ini dia membuka dua buah klinik yang diberinya nama Artdenta I dan Artdenta II.

"Saya bangun klinik ini dari nol. Klinik yang pertama itu di lahan kosong rumah saya. Saya beli peralatannya dari dental unit dan semua keperluan satu persatu. Lama kelamaan pasien saya mulai banyak dan butuh parkir yang lebih luas. Makanya saya buka satu lagi di Jalan Gagak Hitam ini," jelasnya.

Ia menceritakan, klinik gigi yang ia bangun memiliki konsep yang berbeda dibandingkan klinik pada umumnya. Ia membuat klinik yang lebih berwarna dan membuat pasiennya merasa nyaman.

"Kalau klinik kan dulu kesannya seram, warnanya putih, sehingga ada orang yang takut untuk datang ke klinik. Makanya saya buat klinik yang lebih berwarna, setiap sekatnya diberikan warna cat yang berbeda agar pasien tidak takut berobat. Saya juga tidak ingin ada jarak antara saya dan pasien," katanya.

Ia menceritakan, belakangan ini, masyarakat yang berkunjung ke dokter gigi bukan untuk sekadar mencabut atau menambal gigi. Tapi saat ini sudah lebih ke estetika, dimana banyak masyarakat yang melakukan perbaikan gigi, memakai behel, memutihkan gigi, dan lain sebagainya.

"Untuk kedua klinik ini saya turun langsung. Saya punya jadwal yang teratur, jadi pasien tahu harus ketemu saya dimana. Tapi memang dibantu dokter jaga dan juga dokter senior. Makanya saya tidak mau membuka klinik yang tidak bisa saya awasi, ini masalah tanggung jawab," imbuhnya.

Selain sebagai dokter, Fitri juga menekuni bisnis. Ia mengatakan sudah mulai mencoba berbisnis sejak masih SMA. Ia pintar melihat peluang bisnis, seperti barang apa yang sedang hits dan banyak dibutuhkan orang.

"Dulu pertama kali saya jualan lipstick kepada teman-teman di sekolah lalu pulsa, makanan, banyaklah. Pokoknya apa yang sedang hits, banyak dipesan sama saya. Mungkin karena hobi saya ketemu orang ya jadi punya banyak relasi," katanya

Memiliki relasi, menjadi salah satu kunci Fitri dalam membangun bisnis. Tak sedikit relasi bisnisnya datang dari pasiennya ataupun teman-temannya.

"Misalnya waktu itu sedang musim skincare dari Malaysia. Karena saya punya kenalan di Kuala Lumpur dan sudah punya link ke USA, saya jadi lebih mudah dapat produk skincare tersebut, orang juga belinya jadi lebih murah. Itulah gunanya ada relasi," katanya.

Saat ini, Fitri menekuni bisnis di bidang properti dan investasi emas. Ia mengatakan tak pernah ada terget tertentu dalam membangun bisnis. Semua berjalan dari waktu ke waktu.

"Kalau dihitung-hitung, saya sudah ada lebih dari 50 usaha, dari yang kecil sampai besar. Tapi yang benar-benar diseriusin saat ini properti dan emas. Saya suka investasi yang real, barangnya ada dan saya bisa lihat," katanya.

Perempuan 27 tahun ini memulai bisnis ini karena ingin menyimpan uang dalam bentuk lain.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved