News Video

Dewan Komisioner OJK Tirta Segara, Paparkan Arah Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Lima Tahun Ke Depan

Master Plan ini akan fokus pada lima area yaitu penguatan ketahanan dan daya saing yang akan dilakukan dengan mengakselerasi konsolidasi

Dewan Komisioner OJK Tirta Segara, Paparkan Arah Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Lima Tahun Ke Depan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Anggota Dewan Komisioner OJK, Tirta Segara, memaparkan arah kebijakan sektor jasa keuangan untuk lima tahun ke depan melalui Master Plan Sektor Jasa Keuangan tahun 2020-2024.

Master Plan ini akan fokus pada lima area yaitu penguatan ketahanan dan daya saing yang akan dilakukan dengan mengakselerasi konsolidasi dan penguatan permodalan lembaga jasa keuangan, akselerasi transformasi digital.

"Lalu percepatan pengembangan ekosistem sektor jasa keuangan untuk mempercepat pendalaman pasar, perluasan literasi keuangan dan integritas pasar dan lembaga jasa keuangan dalam rangka memperbaiki market conduct dan perlindungan konsumen, serta percepatan dan perluasan penerapan pengawasan berbasis teknologi," ujarnya

Dalam paparannya, Kepala OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara, Yusup Ansori mengatakan hingga akhir tahun 2019, kredit perbankan di Sumatera Bagian Utara sebesar 4,31% dengan nominal kredit mencapai Rp 423,83 Triliun. Pertumbuhan kredit didorong oleh pertumbuhan kredit investasi sebesar 10,13%.

"Pertumbuhan kredit tersebut diiringi dengan risiko kredit yang terkendali dengan rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,76%. Dana Pihak Ketiga juga tumbuh positif sebesar 6,97% menjadi sebesar Rp456,95 trilliun," katanya.

Dengan perkembangan kredit dan DPK tersebut, kinerja intermediasi perbankan masih terjaga di level yang cukup tinggi dengan rasio Loan To Deposit Ratio (LDR) sebesar 92,75%.

Bahkan, secara spesifik, kredit salah satu BPD, yaitu PT Bank Sumut, mampu tumbuh 8,93% (yoy) atau lebih tinggi dari pertumbuhan kredit nasional 6,08%, dan menjadi pertumbuhan tertinggi bank tersebut dalam 10 tahun terakhir.

"Dari aset perbankan syariah di Sumatera Bagian Utara tumbuh double digit 13,58%. Hal tersebut menunjukkan minat masyarakat makin tinggi untuk menggunakan produk perbankan syariah. Hal ini mendorong market share perbankan syariah di Sumatera Bagian Utara meningkat dari 11,24% pada tahun 2018 menjadi 12,15% pada akhir tahun 2019, melampaui market share perbankan syariah nasional sebesar 6,13%," jelasnya.

(cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: M.Andimaz Kahfi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved