Breaking News:

Medan Banjir

Terjebak Selama 6 Jam di Loteng, Tim SAR Evakuasi Warga Difabel dari Banjir di Medan

Tim BPBD Kota Medan bersama Kepala Lingkungan mengevakuasi warga lumpuh yang terjebak banjir di Gang Sariaman

Tribun Medan
Proses evakuasi warga lumpuh yang terjebak banjir hingga terpaksa mengungsi di loteng rumah. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tim BPBD Kota Medan bersama Kepala Lingkungan mengevakuasi warga lumpuh yang terjebak banjir di Gang Sariaman, Kelurahan Beringin, Sabtu (15/2/2020).

Amatan, Tribun sekitar 12.15 WIB para pihak BPBD sudah menyiapkan perahu karet untuk membawa korban Ukil Pardede (27).

Rumahnya berada tepat di tengah kawasan banjir setinggi 1,5 meter hingga 2 meter tersebut.

Ukil terpantau mengungsi di loteng rumahnya, sang ibu yang biasa menemaninya sudah berangkat bekerja saat kejadian banjir yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIb lewat tersebut.

Kepling Lingkungan VI Kelurahan Beringin, Arfa Lubis yang ikut langsung dalam pengevakuasian tampak menunjukkan para personil BPBD untuk menjemput korban.

Ukil tampak tak bisa berjalan, bahkan saat dievakuasi dia harus digendong menuju perahu.

Hampir sekitar 10 menit proses evakuasi akhirnya, Ukil dapat diselamatkan oleh personil BPBD dan Kepling.

Ia digendong dan dibawa menuju Kantor Lurah Kecamatan Beringin, Ukil tampak kedinginan dan kepalanya terlihat menggunakan handuk.

Ukil tertahan di dalam rumahnya yang terkena banjir tersebut hampir 6 jam dan akhirnya bisa dirawat dan diberikan air hangat serta makanan oleh pihak kelurahan.

Kepling Lingkungan VI Kelurahan Beringin, Arfa Lubis menyebutkan bahwa korban tersebut mengalami lumpuh layu dan terjebak di loteng rumahnya.

"Ada warga yang sakit lumpuh, masih ada di dalam rumah makanya dievakuasi karena keadaan kondisinya enggak bisa jalan. Kami bersama tim BPBD dan Polsek Medan Sunggal. Karena sakit lumpuh layu dan orang tuanya kerja, namanya Marukil Pardede 27 tahun," jelasnya kepada Tribun.

Ia menyebutkan bahwa selanjutnya, apabila banjir tak kunjung surut akan dibuatkan posko darurat untuk warga yang mengungsi.

"Rencana kalau banjir terus naik akan dibuat posko untuk dapur umum dan istirahat warga. Untuk sementara bantuan dari kelurahan dan masyarakat ada," tuturnya.

Ia mengungkapkan bahwa banjir kiriman dari gunung. "Biasanya kiriman dari atas dari gunung," pungkas Arfa.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved