Dampak Kematian Babi, Penjualan Daging Babi Menurun, Berikut Pengakuan Pedagang
Dampak Kematian Babi, Penjualan Daging Babi Menurun, Berikut Pengakuan Pedagang
Tayang:
Editor:
Salomo Tarigan
T r i b u n Medan/Natalin Sinaga
Lidia, pedagang daging babi di Kompleks Medan Metropolitan Trade Centre (MMTC) Jalan Willem Iskandar, Kamis (20/2/2020).
"Saya berharap semakin ramai pembeli, enggak ada orang sakit gara gara makan daging babi. Konsumen harus lebih bijak, jangan mau termakan isu," ucapnya.
• Pedagang Mengaku Penjualan Daging Babi Belum Normal
Dalam kesempatan yang sama, konsumen daging babi, Lisna mengatakan ia merasa aman mengkonsumsi daging babi, meskipun begitu ia sempat berhenti konsumsi daging babi selama seminggu.
"Setelah itu hajar terus, enggak ada takut," ucap Lisna.
Diakuinya, saat ini setiap harinya, Lusia mengkonsumsi daging babi, sebab ia juga jualan masakan daging babi untuk rumah makannya.
"Memang agak menurun sebentar pembeli, tapi sekarang sudah mulai normal, rata rata 50 porsi terjual tiap hari," katanya.
(nat/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pedagang-daging-babi.jpg)