Perjuangan Tyson Fury Atasi Kecanduan Narkoba Sebelum Come Back Kalahkan Deontay Wilder

Petinju asal Inggris, Tyson Fury, harus mengalami serangkaian ujian berat sepanjang kariernya sebelum ia akhirnya berhasil menjadi juara tinju

AP/Isaac Brekken
Petinju asal Inggris, Tyson Fury, menang TKO pada ronde ketujuh lawan Deontay Wilder pada laga perebutan gelar Sabuk Juara WBC dan Lineal pada 22 Februari 2020 di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Nevada.(AFP/AL BELLO) 

TRIBUN-MEDAN.com - Petinju asal Inggris, Tyson Fury, harus mengalami serangkaian ujian berat sepanjang kariernya sebelum ia akhirnya berhasil menjadi juara tinju kelas berat dunia seusai mengalahkan Deontay Wilder pada Minggu (23/2/2020) pagi WIB.

Tyson Fury keluar sebagai pemenang pada duel Deontay Wilder vs Tyson Fury 2 yang digelar di MGM Grand Arena, Las Vegas, Nevada.

Petinju berjuluk Gypsy King ini menang TKO pada ronde ketujuh setelah kubu Deontay Wilder melempar handuk.

Pukulan hook keras petinju asal Manchester, Inggris, pada ronde ketiga masuk ke kepala Deontay Wilder dan membuat kuping petinju asal Amerika Serikat itu mengeluarkan darah.

Wilder bahkan terjatuh ke kanvas untuk pertama kali dalam karier satu dekadenya setelah menerima pukulan tersebut.

Dicurigai, pukulan tersebut membuat gendang telinga Wilder pecah sehingga The Bronze Bomber kesulitan menjaga keseimbangan hingga akhir duel sebelum pelatihnya menyerah pada ronde ketujuh.

"Salut luar biasa ke Deontay Wilder. Ia datang kemari dan bertarung selayaknya juara," tutur Fury seusai duel.

"Saya mengenainya dengan pukulan tangan kanan yang membuatnya terjatuh. Namun, ia bangkit lagi. Deontay seorang petarung. Ia akan kembali dan bisa menjadi juara lagi," lanjutnya.

"Namun, untuk sekarang, sang raja telah kembali ke puncak singgasana!"

Tyson Fury tahu benar mengenai kisah kembali dari keterpurukan.

Halaman
1234
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved