Polisi Tembak Pembunuh Guru

Fakta Perselingkuhan Istri Korban dan Pelaku Ditembak Mati, Tak Terima Suami Tak Nafkahi

Polisi menembak mati pelaku pembunuhan Muhammad Yusuf (34) Guru Sekolah Dasar asal Stabat

Fakta Perselingkuhan Istri Korban dan Pelaku Ditembak Mati, Tak Terima Suami Tak Nafkahi
TRIBUN MEDAN/VICTORY
POLRESTABES Medan melakukan temu pers terkait ditembak matinya satu pelaku lainnya pembunuh Muhammad Yusuf (34) Guru Sekolah Dasar asal Stabat yang jasadnya dibuang di Ladang Buah Jalan Jamin Ginting Dusun I Desa Sibolangit, Deliserdang. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polisi menembak mati pelaku pembunuhan Muhammad Yusuf (34) Guru Sekolah Dasar asal Stabat yang jasadnya dibuang di Ladang Buah Jalan Jamin Ginting Dusun I Desa Sibolangit, Deliserdang pada 14 September 2018 lalu.

Pria yang ditembak mati tersebut adalah Ganda Winata alias Gandrung warga Desa Ara Condong, Stabat, Langkat.

Sedangkan tersangka lainnya yaitu istri korban sendiri yakni Chory Kumulia Dewi alias Chory alias Dewi yang sudah dibekuk pihak kepolisian pada 19 September 2018 silam yang menjadi otak pembunuhan berencana.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Maringan Simanjuntak membenarkan bahwa antara pelaku Gandrung dan istri korban memiliki hubungan spesial.

"Hasil penyelidikan kita, antara pelaku yang ditembak mati dengan istri korban Chory memiliki hubungan spesial. Namun ia tak mengakuinya," jelasnya saat konfrensi pers di RS Bhayangkara, Selasa (25/2/2020).

Ia juga membeberkan bahwa motif lainnya karena pelaku istrinya tidak terima karena tidak dinafkahi dan diancam akan diceraikan.

"Jadi istri korban sakit hati karena gaji tidak pernah dikasih oleh korban. Lalu korban mengancam hendak menceraikan tersangka. Hingga akhirnya Chory menceritakan kepada selingkuhannya Gandrung. Hingga kedua tersangka mengajak korban untuk pergi menghadiri pesta ke Aceh yang selanjutnya korban dibunuh di dalam perjalanan," ungkapnya.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Edison Isir menyebutkan membutuhkan waktu selama 17 bulan untuk menangkap pelaku Gandrung.

"Sudah melarikan diri sejak Oktober 2018 dan membutuhkan waktu 17 bulan. Kawan-kawan reserse berhasil mendeteksi dan melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap tersangka GW pada 23 Februari 2020 di Kecamatan Sei Kijang tepatnya di sebuah perkebunan kelapa sawti di Riau," ungkapnya saat konferensi pers di RS Bhayangkara, Medan, Selasa (25/2/2020).

Isir menegaskan pelaku harus ditembak mati kareb sempat melukai petugas dengan sebilah pisau.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved