News Video

Gaji tak Kunjung Ditransfer, Karyawan PD Pasar Ancam Tidur di Depan Bank Mandiri

Setelah melakukan aksi pada Senin (24/2/2020), karyawan PD Pasar Kota Medan kembali menyambangi Bank Mandiri Jalan Pulau Pinang, Selasa (25/2/2020)

TRIBUN-MEDAN.COM - Setelah melakukan aksi pada Senin (24/2/2020), karyawan PD Pasar Kota Medan kembali menyambangi Bank Mandiri Jalan Pulau Pinang, Selasa (25/2/2020).

Mereka kecewa karena sampai hari ini gaji karyawan tak kunjung ditransfer.

Pantauan wartawan www.tribun-medan.com, mereka mendirikan tenda karena berniat bermalam di depan kantor Bank Mandiri.

"Aksi kami ini sebagai kelanjutan dari aksi yang semalam tanggal 24 karena pihak Bank Mandiri yang menahan ataupun menunda gaji pegawai PD Pasar, iuran BPJS dan biaya operasional PD Pasar," kata seorang staf PD Pasar, Khairul Ashar Daulay, Selasa (25/2/2020).

Mereka mengaku kecewa, sebab selain persoalan gaji, ia mengatakan listrik di Pasar Petisah sudah diputus karena menunggak di bulan Januari.

"Mereka ingkar terhadap janji semalam mereka janji akan memberikan gaji operasional pada tanggal 27 Februari 2020 begitu kita bubar demonstrasi nya mereka membuat konpres mereka tidak dapat mengeluarkan gaji pada tanggal tersebut. Apalagi listrik di pasar periksa sudah dicabut karena belum dibayar sejak Januari," sambungnya.

Sebelumnya, Kepala Cabang Bank Mandiri Medan Pulau Pinang, Malhid Desiyanti, menyebutkan pembayaran gaji terhambat karena polemik PD Pasar pasca-pencopotan Rusdi Sinuraya dari Dirut PD Pasar.

Malhid Desiyanti menjelaskan kalau gaji Januari untuk pegawai tetap telah dibayarkan, namun untuk Pegawai Harian Lepas (PHL) belum dapat dibayarkan.

"Untuk bulan 1 kami sudah bayar, untuk pegawai tetap, tapi pegawai harian lepas belum," kata Malhid Desiyanti.

 Pekerja PD Pasar Singgung soal Gaji Tersendat, Pendemo Menolak Kirim Perwakilan

 BREAKING NEWS: Ratusan Pekerja PD Pasar Demo ke Kantor Bank Mandiri Pulau Pinang

Ia mengungkapkan satu hari setelah gaji dibayarkan, pihak Bank Mandiri menerima surat dari kuasa hukum mantan Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya.

"Kami bisa keluarkan di bulan Januari karena ada rekomendasi dari PLT PD Pasar karena dengan mempertimbangkan kemaslahatan para pegawai, lalu kami mendapatkan surat penegasan dari Walikota mengenai pengangkatan PLT. Namun 1 hari setelah pembayaran gaji, ada surat dari pengacara hukum yang mewakili bapak Rusdi Sinuraya," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa surat tersebut berisi lampiran keputusan penetapan dari Pengadilan.

"Surat itu melampirkan secara resmi keputusan penetapan PTUN yang diterima oleh Pak Rusdi. Sekaligus surat itu menyampaikan kepada kami untuk selanjutnya semua transaksi rekening agar tidak dilaksanakan tanpa persetujuan dari Pak Rusdi," pungkasnya

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved