Muncul Penyakit Misterius di Afrika, Mata Pasien Menguning, Tubuh Bengkak, Pendarahan Lalu Mati

Sebagian besar korban adalah pengembala nomaden, atau orang yang pindah-pindah rumah, yang kontaknya dengan pemerintah Ethiopia terbatas.

World Of Buzz
Mata dan telapak tangan menguning, pendarahan, lalu meninggal. 

Muncul Penyakit Misterius di Afrika, Mata Pasien Menguning, Tubuh Bengkak, Pendarahan Lalu Mati

TRIBUN-MEDAN.com - Saat ini dunia sedang gencar dengan pemberitaan tentang virus corona, karena wabah ini telah menyebar hinggga seluruh dunia.

Namun, tahukah Anda ada beberapa penyakit misterius lain yang hingga saat ini nyaris tak terendus oleh dunia, padahal gejalanya lebih mengerikan dari virus corona.

Menurut The Guardian, sebuah penyakit misterius muncul di Afrika tepatnya di Ethiopia di mana penduduknya meninggal setelah menderita gejala parah.

Menurut keterangan, mereka yang terinfeksi akan menunjukkan gejala mata dan telapak tangan menguning, sebelum mereka mulai berdarah dari hidung dan mulut.

Nia Ramadhani Ternyata Hobi ke Tukang Permak dan Susah Dibanguni, Manajer Bongkar Kelakuannya

Aming Beberkan Ada Hal yang Lebih Mengerikan Dibanding Virus Corona yang Masuk ke Indonesia

Tubuh mereka kemudian mulai bengkak, hingga alami demam.

Mereka yang sudah dalam kondisi ini, akan mengalami kurang nafsu makan, dan sulit tidur hingga berakhir meningggal dunia.

Sayangnya informasi tentang penyakit ini sedikit diketahui dan disorot dunia, namun belakangan kabar beredar menyebut China adalah penyebab munculnya penyakit ini.

Lantas bagaimana bisa penyakit yang berada di Afrika disebabkan oleh China?

Menurut beberapa penelusuran, banyak yang menyebut penyakit misterius ini muncul dari proyek gas alam China terdekat di wilayah Somalia Ethiopia.

Detik-detik KKB Papua Serang Kantor Polisi hingga Anak-anak Berlindung dan Menangis

PSMS Medan Siap Regulasi Baru Liga 2 tanpa Babak Perempat Final, Tapi Manajer PSMS Khawatir . . .

Para pejabat di Addis Ababa membantah tuduhan krisis kesehatan di wilayah itu menskipun ada kecurigaan air disana sudah tercemar limbah kimia.

"Ada racun mengalir dalam curah hujan dari Calub (ladang gas) dan bertanggung jawab atas epidemi ini," kata salah satu korban bernama Khadar Abdi Abdullahi.

Korban berusia 23 tahun dari kota Jigjiga jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit.

Namun, dokter mengeluarkannya karena mereka mengatakan tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan untuk merawatnya. Korban akhirnya meninggal.

Penasihat pemerintah daerah Somalia mengklaim bahwa "ada penyakit baru yang belum pernah terlihat sebelumnya di daerah ini."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved