Breaking News:

Oknum Kades Ditangkap, Polisi Temukan Sabu yang Disembunyikan dalam Laci Meja

Modus operandi tersangka dengan menyembunyikan narkotika sabu di dalam sebuah laci meja untuk dijadikan sebagai stok

Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Salomo Tarigan
HO/tri b u n medan
Satres Narkoba Polres Nias meringkus oknum Kepala Desa (Kades) Desa Zuzundrao, Kecamatan Mandrehe, Nias Barat, Yosefo Gulo (52) terkait kasus narkoba 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Satres Narkoba Polres Nias meringkus oknum Kepala Desa (Kades) Desa Zuzundrao, Kecamatan Mandrehe, Nias Barat, Yosefo Gulo (52) akibat memiliki narkotika jenis sabu.

Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan menyebutkan bahwa dari rumah tersangka di Desa Zuzundrao ditemukan sabu seberat 0,84 gram.

"Dimana waktu kejadian terjadi pada Hari Minggu tanggal 23 Februari 2020 sekitar pukul 02.00 WIB ditemukan di dalam kamar," tuturnya saat dikonfirmasi Tri bun , Sabtu (7/3/2020).

Awal mula kejadian, awalnya polisi mendapatkan informasi dari masyarakat, yang menyebutkan pada 22 Februari 2020 sekitar pukul 22.00 WIB bahwa tersangka yang sedang berada di rumah tempat tinggalnya Desa Zuzundrao sedang memiliki narkotika jenis sabu-sabu.

"Kemudian Kasat Narkoba IPTU JH Sidabutar dan personil Sat Narkoba berangkat ke Kabupaten Nias Barat menuju rumah Tersangka. Selanjutnya setelah komunikasi dengan informan, sesampainya di lokasi pada 23 Februari 2020, personil Sat Narkoba ke rumah pelaku sekira pukul 02.00 WIB," tutur Deni.

Ia menyebutkan para personel Satres Narkoba langsung mengamankan tersangka serta melakukan penggeledahan di rumah tempat tinggalnya.

Ruben Onsu Kesal Karena Sarwendah Kelewat Hemat dan Tak Mau Pakai Kartu Kredit: Porotin Gue Dong!

"Hasil penggeledahan ditemukan 1 buah plastik transparan berisi butiran kristal diduga narkotika jenis sabu yang telah disimpan oleh tersangka di dalam sebuah laci meja yang ada didalam kamar tidur tersangka," tambahnya.

Dari pengakuan tersangka sabu-sabu tersebut diperoleh sebelumnya dalam jumlah lebih besar dari yang telah ditemukan atau lebih dari 1 gram untuk dijadikan sebagai stok pemakaian dalam beberapa hari.

"Dengan cara membeli pada hari Kamis tanggal 20 Februari 2020 kepada seseorang inisial GF seharga Rp 2.500.000," tambahnya.

Selain barbut sabu, Deni membeberkan Polisi juga mengamankan satu unit handphone merek nokia yang diduga kuat sebagai alat komunikasi untuk memesan sabu-sabu serta uang sebesar Rp 350.000.000.

"Dimana dari pengakuan tersangka uang tersebut adalah Dana Desa Zuzundrao Kecamatan Mandrehe Kabupaten Nias Barat dan tidak ada kaitannya dengan perkara narkotika," tegas Deni.

Modus operandi tersangka dengan menyembunyikan narkotika sabu di dalam sebuah laci meja untuk dijadikan sebagai stok/ persediaan tersangka.

Polisi menjerat tersangka Pasal 114 ayat 1 subsider 112 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Dimana ancaman hukuman dengan maksimal 20 Tahun penjara," pungkas Deni.

(vic/tribunmedan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved