Jalani Pelatda Berjalan, Atlet Muaythai Sumut Fokus Latihan Daya Tahan
Pelatda Berjalan yang dimulai sejak Februari 2020 kemarin masih terus berjalan. Khusus untuk atlet Muaythai, menjalani latihan daya tahan.
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pelatda Berjalan yang dimulai sejak Februari 2020 kemarin masih terus berjalan. Khusus untuk atlet Muaythai, saat ini sedang menjalani latihan daya tahan.
"Latihan ini bertujuan agar mereka bisa bertahan selama pertandingan PON nantinya," kata Pelatih Cabang Olahraga (Cabor) Muaythai, Bartineus Purba, Sabtu (14/3/2020).
Selain latihan daya tahan tubuh, katanya, dirinya juga membuat program latihan untuk melatih pondasi anatomi atau latihan beban kepada lima atlet Muaythai yang lolos ke PON 2020 di Papua.
"Kedua bentuk latihan ini dibuat selain memiliki daya tahan, mereka juga terbiasa dengan beban sehingga saat pertandingan nanti tidak cepat lelah ataupun tidak memiliki power di tengah pertandingan," terangnya.
Dalam sesi latihan kali ini, Bartenius memberikan waktu kepada para atlet selama 60 sampai 90 menit untuk latihan daya tahan.
Sedangkan untuk latihan beban menggunakan hitungan dan jumlah beban yang mereka angkat.
"Untuk latihan beban, saya belum memporsir mereka. Tapi ,saya catat berapa kali mereka tahan dalam mengangkat beban selama latihan. Agar menjadi tolak ukur dihari berikutnya," katanya.
Karena tiga bulan pertama dalam pelatda PON ini fokus hanya latihan fisik, makanya program yang diberikan Bartenius kepada lima atlet Muaythai untuk membangkitkan fisik mereka menjadi lebih baik dari sebelumnya.
"Fisik mereka memang sudah mumpuni. Tapi harus banyak dan ditambah lagi latihannya selama Pelatda Berjalan tiga bulan ini. Karena, setelah itu, KONI Sumut akan melakukan tes fisik. Dan saya yakin kelima atlet ini pada April mendatang fisiknya sudah maksimal," ujarnya.
• Segini Target Jumlah Medali Emas Tim Muaythai Sumut di PON 2020
Bartineus mengaku, dalam pertandingan tarung seperti muaythai ini, teknik memang sangat diperlukan, namun yang harus menjadi perhatian sebenarnya fisik.
"Kalau teknik, saya rasa mereka sudah memahaminya dan itu terekam dalam tubuh mereka. Jadi bisa spontan untuk dikeluarkan. Sedangkan fisik, ini yang harus terus dilatih agar bisa bertahan sampai akhir pertandingan. Karena yang menentukan siapa yang bakal juara dalam pertandingan adalah mereka yang bertahan sampai akhir. Itu makanya fisik mereka terus digenjot selama Pelatda Berjalan ini," terangnya.
Bukan berarti, katanya, pihaknya tidak memiliki program untuk latihan teknik.
"Seperti yang saya katakan tadi, mereka sudah sering melakukan training camp dan sparing, jadi kalau untuk teknik hanya sekedar mengulang gerakan yang sudah mereka pelajari sebelumnya," katanya.
Bartenius menambahkan, pihaknya juga memporsir fisik atlet Muaythai dengan cara push up yang bertujuan untuk menguatkan otot lengan dan perut mereka.
"Dan ternyata kelima atlet bisa menyelesaikan latihan fisik dengan sempurna. Itu alasannya saya yakin saat tes fisik pada April mendatang untuk atlet Muaythai sudah maksimal," ujarnya.(akb/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/muaytahi-sumut-pon.jpg)