Jelang Aksi Switch Off, Earth Hour Medan Gelar Roadshow Energi Muda Medan

Earth Hour Indonesia Medan bekerjasama dengan World Wildlife Fund (WWF) Indonesia menggelar roadshow bertajuk Energi Muda Medan

TRIBUN MEDAN/GITA
KEGIATAN Roadshow Earth Hour Medan menuju aksi Switch Off di Aula Fakultas Pertanian USU, Minggu (15/3/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Dalam menyambut Switch Off di akhir Maret mendatang, Earth Hour Indonesia Medan bekerjasama dengan World Wildlife Fund (WWF) Indonesia menggelar roadshow bertajuk Energi Muda Medan di Aula Fakultas Pertanian USU, Minggu (15/3/2020).

Roadshow ini menghadirkan pemateri dari WWF Indonesia yaitu Chik Rini dan Nanda Mariska, Koordinator Earth Hour Medan Nurhasanah Auliani, dan Koordinator Marine Buddies Medan Hary Prakarsa.

Tim Manajemen Earth Hour Medan, Siska Elvi Yunita mengungkapkan bahwa tujuan dari roadshow ini sebagai sharing session mengenai energi yang berkaitan dengan Earth Hour.

"Tujuan ini sesuai dengan tema kita yaitu Energi Muda Medan. Kegiatan ini sebenarnya untuk menuju kegiatan Switch Off 2020 yang akan diadakan di 28 Maret mendatang. Kegiatan ini sebagai sharing session dari WWF langsung. Kegiatan ini juga diharapkan untuk menyadarkan banyak orang akan perubahan iklim dengan mematikan lampu, melindungi satwa, dan menghemat energi," ujar Siska.

Switch Off sendiri merupakan gerakan mematikan listrik selama satu jam.

Nanda Mariska selaku Renewable Energy Policy Advocacy Officer WWF mengungkapkan bahwa kegiatan mematikan listrik ini sangat bermanfaat jika dilaksanakan secara bersamaan.

"Switch off ini kita mengajak individu ataupun corporate untuk sama-sama menghemat energi selama satu jam secara sukarela. Jadi ketika energi listrik tidak dikonsumsi oleh banyak orang selama satu jam itu akan menghemat banyak sekali energi. Di sini kita juga bekerjasama dengan PLN untuk menghitung berapa jumlah energi yang dihemat selama satu kali pemadaman," ujar Nanda.

Nanda mengungkapkan bahwa siapa saja bisa turut berperan dalam melakukan aksi hemat energi dengan sederhana, diantaranya yaitu mematikan listrik yang tidak dipakai

"Kalau anak muda sebenarnya hal simpel yang bisa dilakukan. Misalnya hemat energi. Pakai yang sesuai dengan kebutuhan misalnya di kamar siang hari, lebih baik buka jendela. Atau kalau ke kamar mandi matikan jika sudah tidak dipakai. Pas ngecharge hp ketika sudah tidak dipakai bisa dicabut saja karena itu tetap mengambil energi," tutur Nanda.

75 Tahun Hanya Bermodal Lampu Teplok, Dusun Lau Buron dan Dusun Pengambetan Bakal Dialiri Listrik

Dalam kegiatan ini, Earth Hour Medan juga melakukan kampanye minimalisir sampah plastik.

Siska menuturkan bahwa dalam konsumsi acara, komunitas ini menggunakan daun pisang sebagai alas makanan.

"Wadah kita memilih daun pisang. Kita kankomunitas peduli lingkungan. Jadi kita di sini ingin mengurangi penggunaan plastik sehingga kita mengganti dengan daun pisang. Karena daun pisang itu cepat mengurai dari plastik yang mesti menunggu ratusan tahun," tutur Siska.

Selain itu, Komunitas yang berdiri pada Desember 2018 ini juga menyediakan tempat sampah sesuai dengan jenisnya.

"Kita juga menyediakan tempat sampah yang kita bagi lima ada organik, nonorganik, B3. Jadi kita setelah memakai daun pisang itu tidak hanya kita buang begitu saja, tapi dikhususkan dengan golongannya," kata Siska.

Puluhan peserta yang mengikuti acara ini juga sangat antusias karena selain mengikuti kampanye minim sampah, mereka juga mendapat pengetahuan terhadap lingkungan. Diantaranya ada Vina Akina.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved