Diduga Selingkuh dengan Legislator Separtai, Peraih Suara Terbanyak Kedua di DPRD Bali Bakal Dipecat
PDIP Bali mengusulkan pada DPP PDIP untuk memecat I Kadek Diana dan anggota Kadek Dwi Yustiawati.
"Ketika di AD/ART partai yaitu merusak citra partai, ketentuan di AD/ART sudah jelas," ujarnya.
Pria yang juga dikenal sebagai advokat senior ini juga mengaku bahwa jajaran pimpinan partai memiliki sumber-sumber informasi yang jelas sebelum memutuskan pemecatan tersebut.
Bahkan, keduanya sudah lama dipantau oleh jajaran PDIP Bali.
"Pimpinan partai punya mata dan telinga, semua kader gerak dan tingkahnya terpantau. Jadi banyak hal-hal yang bukan rahasia lagi pimpinan partai, apalagi ada di sana unsur pesan kamar. Kedua yang pesan si A, IKD, yang di sana bukan dia justru KDY," jelas Sekretaris Komisi I DPRD Bali ini.
Sedangkan, kedua anggota dewan yang dipecat oleh PDIP hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi.
Saat Tribun Bali mencoba mengkonfirmasi, teleponnya dalam keadaan tidak aktif.
Dipukul Rekan Separtai
Sebelum terseret kasus dugaan perselingkuhan dengan selama legislator PDIP Bali, Kadek Diana pernah dipukuli anggota Fraksi PDIP Bali, Dewa Nyoman Rai, pintu Ruang Rapat Utama DPRD Bali, Selasa (14/5/2019)
Kadek Diana tiba-tiba dipukul Dewa Nyoman Rai.
Kasus ini diduga berawal dari percakapan di grup WhatsApps (WA) Fraksi PDIP.
Kadek Diana dan Dewa Rai dikabarkan saling balas komentar.
Menurut pengakuan Dewa Rai, dalam percakapan di WA tersebut Kadek Diana sempat menantang dirinya berkelahi.
Inilah yang membuat dirinya kesal.
"Pertama saya sampaikan, itu dulu lewat WhatsApp dia menantang saya ajak berkelahi. Ada bukti WhatsApp tantangan dia,” ujar Dewa Rai.
Dewa Rai pun mengaku emosi ketika bertemu Kadek Diana di ruangan Sidang Paripurna DPRD Bali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/legislator-pdip-diduga-selingkuh.jpg)