Pembunuhan di Sungai Denai

Identitas Korban Pembunuhan Sadis di Denai Belum Diketahui, Ini Ciri-Cirinya

Sosok korban pembunuhan sadis di Sungai Denai, Medan, Sumatera, hingga kini belum diketahui.

Tribun-Medan.com/Victory Hutauruk
Tim Reskrim Polsek Medan Area dan Polrestabes Medan berhasil menangkap pelaku pembunuhan di Sungai Denai, Medan. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Sosok korban pembunuhan sadis di Sungai Denai, Medan, Sumatera, hingga kini belum diketahui.

Meski begitu, pelaku pembunuhan sudah berhasil ditangkap tim gabungan Polsek Medan Area dan Polrestabes Medan pada Minggu (15/3/2020) kemarin.

Pelaku diketahui bernama Muhammad Antoni Akbar (32), warga Menteng Vll Ganh Bahagia No 89 Kelurahan Menteng Kecamatan Medan Denai.

Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji mengatakan, korban pembunuhan ditemukan terapung di Sungai Denai, Medan Denai.

Hingga saat ini korban belum diketahui identitasnya dan diperkirakan berumur 24 tahun.

AKBP Irsan Sinuhaji pun meminta bantuan media untuk publikasi kepada masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya.

"Kita sudah melakukan penyelidikan identitas korban. Serta memperbanyak foto-foto korban untuk disebarkan ke media online dan cetak serta elektronik. Kami juga butuh bantuan awak media untuk mempublikasikan supaya keluarga korban tahu," tuturnya saat konferensi pers di Polsek Medan Area, Medan, Senin (16/3/2020).

Korban diketahui menggunakan tali pinggang merek Rusty, sandal merek Adidas, dan gelang kayu berwarna cokelat.

Irsan menuturkan, bahwa pelaku ditangkap pada hari Minggu (15/3/2020) sekitar pukul 15.30 WIB.

Pelaku bersembunyi di rumah tantenya di Kelurahan Bantan, Medan Tembung.

"Barang bukti yang digunakan oleh pelaku berupa samurai. Selain itu, kabel listrik untuk mengikat tangan dan kaki korban," tuturnya.

Dikatakan Irsan, motif dari pelaku karena curiga karena korban hendak mencuri di rumahnya.

"Jadi sekitar 13 Maret, pelaku melihat korban melintas di areal gubuknya selanjutnya pelaku memanggil korban menanyakan apakah maksud si korban ini ingin melakukan pencurian. Setelah itu si korban dibawa masuk ke dalam rumah untuk diinterogasi, dan pelaku menyebutkan tidak ada niat untuk mencuri," terangnya.

"Selanjutnya dengan berbagai cara yang dilakukan pelaku. Si korban akhirnya diikat menggunakan kabel listrik, sekitar pukul 16.00 WIB, lalu sekitar 18.30 WIB korban ditiarapkan dan akhirnya digorok oleh pelaku," tambah Irsan.

Irsan menyebutkan tidak ada motif lain, bahkan tersangka tak mengenali korban dan tak pernah berjumpa dengan korban.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved