Pembunuhan di Sungai Denai
Identitas Korban Pembunuhan Sadis di Denai Belum Diketahui, Ini Ciri-Cirinya
Sosok korban pembunuhan sadis di Sungai Denai, Medan, Sumatera, hingga kini belum diketahui.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Juang Naibaho
"Tidak ada motif lain, hanya pelaku merasa bahwa pelaku ingin melakukan pencurian di rumah pelaku. Pelaku tidak ada mengenal sama sekali, dan tidak pernah berkomunikasi sama sekali. Tidak punya hubungan darah dengan korban," tambahnya.
Saat ditanya terkait adanya kemungkinan pelaku Antoni kurang waras, Irsan menegaskan bahwa pelaku sehat.
"Sejauh ini tidak ada tetap menyelidiki, pelaku dapat menjawab dengan baik, dengan normal dan mengerti apa yang dilakukannya," tambahnya.
Irsan menyebutkan bahwa pelaku ditangkap pada hari Minggu 15 Maret 2020 sekitar pukul 15.30 WIB bersembunyi di rumah tantenya di Kelurahan Bantan, Medan Tembung.
Kronologi kejadian, dijelaskan Irsan, awalnya Polsek Medan Area mendapat laporan dari masyarakat pada 14 Maret 2020 sekitar pukul 14.00 WIB, bahwa ada korban terapung di pinggir sungai.
"Sesampainya di TKP ditemukan korban tanpa identitas tangan terikat ke belakang, kaki terikat dan leher digorok hampir putus. Kami langsung menghubungi tim Inafis untuk olah TKP dan korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diautopsi," ungkapnya.
Setelah itu tim Gabungan Polrestabes Medan dan Polsek Medan Area melakukan penyelidikan ke arah hulu sungai.
Tidak jauh dari lokasi temuan mayat, sekitar 1,5 kilometer, tim sampai di sebuah rumah gubuk yang ditinggali pelaku.
"Anggota melihat seorang laki-laki lari dan polisi curiga dan langsung masuk dalam gubuk tersebut. Di sana ada bercak darah dan arah lari, ditemukan juga sebilah senjata tajam samurai, sandal dan mancis," tegas Irsan.
Ia menyebutkan bahwa diduga kuat pria tersebut adalah pelaku pembunuhan dan saat dikejar pelaku langsung melompat ke sungai.
"Lalu penyelidik bertanya ke masyarakat mengatakan bahwa orang yang lari tersebut bernama Muhammad Antoni Akbar," ungkapnya.
Lebih lanjut, Irsan menyebutkan polisi melakukan pencarian di seputaran sungai sampai malam tetapi hasilnya nihil.
Tim Tekab kemudian mendatangi keluarga tersangka, namun tetap tak membuahkan hasil.
"Lalu pada pukul 05.30 WIB kami mendatangi adik ibunya (tante) bernama Dila di Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung sekitar pukul 05.10 wib. Dan tim langsung melakukan pengeledahan rumah dan pelaku ditemukan di bawah tempat tidur bersembunyi," tegas Irsan.
Polisi langsung membawa tersangka ke luar rumah untuk pengembangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/konpers-pembunuhan-sungai-denai.jpg)