Getirnya Nasib Paramedis yang Merawat Pasien Covid-19, Tak Dilengkapi APD hingga 1 Orang Meninggal

Ini Kisah Tenaga Medis dan Janji Pemerintah untuk Mereka yang Ada di Garda Terdepan Hadapi Covid-19

Facebook/Angraeni Widyasari
Paramedis yang merawat pasien Covid-19 

Getirnya Nasib Paramedis yang Merawat Pasien Covid-19, Tak Dilengkapi APD hingga 1 Orang Meninggal

Mawar, Paramedis Indonesia

“Kalau dibilang takut, ya pasti takut. Tapi bismillah saja, ini udah jadi bagian dari tugas profesi yang aku pilih. Aku khawatir, apalagi APD seadanya".

TRIBUN-MEDAN.com - Meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 membuat rumah sakit harus terus siaga dan tetap melayani.

Meski pasien terus berdatangan, beberapa rumah sakit nyatanya juga belum siap 100 persen dalam menghadapi pandemi ini.

Imbasnya, tenaga medis yang berada di garda terdepan juga terdampak virus corona lantaran stok alat pelindung diri ( APD) yang dimiliki rumah sakit nyatanya tidak seimbang dengan jumlah pasien yang terus berdatangan.

Kondisi kian miris lantaran 25 orang tenaga medis dinyatakan positif Covid-19, dan satu orang di antaranya telah meninggal dunia.

Kondisi kian miris lantaran 25 orang tenaga medis dinyatakan positif Covid-19, dan satu orang di antaranya telah meninggal dunia.

Berikut fakta-fakta kondisi terkini tenaga medis di Indonesia yang berjuang merawat pasien terkait Covid-19:

Sejumlah petugas Palang Merah Indonesia menyemprotkan cairan disinfektan ke sejumlah sekolah di Jakarta, pada Senin (16/03).
Sejumlah petugas Palang Merah Indonesia menyemprotkan cairan disinfektan ke sejumlah sekolah di Jakarta, pada Senin (16/03). (epa)

Kekurangan ADP, tenaga medis pasrah

Mawar dan Melati merupakan dua dari puluhan tenaga medis yang bertugas unuk menangangi pasien terinfeksi virus corona.

Mereka bekerja di salah satu rumah sakit yang jadi tempat rujukan pemerintah dalam menangani kasus corona Bukan tanpa beban, mereka mengaku kerap khawatir setiap kali menerima pasien yang diduga terjangkit epidemi global itu.

Sebab, salah satu dari mereka bekerja dengan tidak dibekali APD yang lengkap.

Padahal, tenaga medis memiliki risiko tinggi andai pasien yang ditanganinya itu ternyata positif Covid-19.

“Kalau dibilang takut, ya pasti takut. Tapi bismillah saja, ini udah jadi bagian dari tugas profesi yang aku pilih. Aku khawatir, apalagi APD seadanya,” ucap Mawar kepada Kompas.com, Jumat (20/3/2020).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved