Ekspor Produk Berbahan Keripik Singkong ke Korsel Batal
UMKM sudah berproduksi bahkan sudah menitip jual produknya ke beberapa tempat seperti pusat oleh-oleh
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang | Editor: Eti Wahyuni
Hal yang sama juga dirasakan pengusaha katering, Putri. Ia mengatakan, biasanya jelang bulan Ramadan sudah banyak pesanan katering untuk berbagai acara.
"Tapi ini malah enggak ada sampai sekarang. Bahkan sepanjang Maret saja sudah ada delapan event yang dibatalkan termasuk juga kateringnya," ucap Putri.
Namun, usaha makanan beku atau frozen food miliknya hingga saat ini masih stabil. Ada pun produk frozen food yang ia jual diantaranya kebab, dimsum, pempek, roti cokelat, dan sebagainya.
"Kalau frozen food justru sampai saat ini masih sangat tinggi permintaan. Rata-rata satu hari kita bisa jual hingga 200 box. Mungkin karena orang mau nyetok juga kan," jelasnya
Ia mengatakan, Corona tetap membawa efek apalagi dengan naiknya harga beberapa bahan baku. Misalnya bawang bombai yang sempat mencapai Rp 200 ribu per kilogram.
"Kalau harga bahan bakunya lagi tinggi ya kami siasati seperti penggunaan bawang bombai nya kami sesuaikan. Karena kan kalau bahan baku naik enggak mungkin harganya juga kami naikkan, takut pembeli protes," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ketua-asosiasi-umkm-sumut-ujiana-sianturi.jpg)