Said Didu Blak-blakan Sasar Luhut dan Prabowo terkait Lockdown, Sudah Mulai Kedepankan Akal Sehat

Said Didu memberikan tanggapan terkait kabar yang menyebut Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menginginkan diberlakukannya lockdown.

Tangkapan Layar YouTube Indonesia Lawyers Club
Said Didu. (Tangkapan Layar YouTube Indonesia Lawyers Club) 

Menurutnya, para menteri sudah tidak lagi hanya sebatas yes men kepada keputusan presiden.

"Saya membacanya kebalik, bahwa sudah memulai muncul akal sehat di kabinet," ujar Said Didu.

"Sehingga sudah ada yang menyuarakan kebenaran, tidak yes men lagi semua," imbuhnya.

Simak videonya mulai menit ke- 5.06

14 Ribu Lebih Pemudik dari Jabodetabek, Jokowi Beri Pesan kepada Kepala Daerah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan terjadi adanya percepatan arus mudik dari daerah Jakarta Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Percepatan arus mudik tersebut tidak terlepas dari diberlakukannya tanggap darurat bencana Covid-19, khususnya di Jakarta.

Ditambah lagi dengan rencana akan adanya karantina wilayah.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 20 Maret 2020
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 20 Maret 2020 (youtube sekretariat presiden)

Dilansir TribunWow.com dari tayangan Youtube KompasTV, Senin (30/3/2020), Jokowi menyebut sudah ada lebih dari 14 ribu pemudik dari Jabodetabek.

Data 14 ribu pemudik tersebut hanya terhitung dari yang menggunakan armada bus, belum lagi yang memakai alat transportasi lain, termasuk kendaraan pribadi.

Berdasarkan data yang diperoleh oleh Jokowi, tujuan utama dari pemudik yaitu rata-rata ke Jawa Barat, Jawa Tengah dan DIY, serta Jawa Timur.

"Sejak penetapan tanggap darurat di DKI jakarta telah terjadi percepatan arus mudik, terutama dari para pekerja informal di Jabodetabek menuju provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan DIY, serta Jawa Timur," ujar Jokowi.

"Dan selama 8 hari terakhir tercatat ada 876 armada bus antar provinsi yang membawa 14 ribu penumpang dari Jabodetabek," jelasnya.

"Ini belum dihitung pemudik yang menggunakan transportasi lainnya, misalnya kereta api maupun kapal dan angkutan udara, serta menggunakan kendaraan pribadi," imbuhnya.

Jokowi kemudian menilai, para pemudik memang sengaja mempercepat rencana pulang kampungnya.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved