Virus Corona
Bersiap Hadapi Wabah Covid-19, Insinyur Muda India Produksi Ventilator Murah Hanya Sepertiga Harga
Nocca Robotics membuat ventilator hanya menelan biaya 50.000 rupee ( 662 dolar AS setara Rp 10,8 juta) dari harga pasaran 150.000 Rupee.
Start up Robotika Nocca Digawangi 7 Insinyur Muda Membuat Ventilator Murah dan Portabel, Harganya hanya Sepertiga dari Harga Pasar
Hingga Rabu (1/4/2020) pukul 12.00, India masih mencatatkan 1.590 kasus Covid-19 di mana 45 pasien meninggal dunia.
Meski begitu India sudah bersiap jika seandainya terjadi lonjakan pasien Covid-19 seperti yang di Italia, Spanyol, maupun Amerika.
Kini insinyur TI India berpacu membuat ventilator murah meriah yang bisanya digunakan di dalam kondisi terbatas di seluruh India.
Ventilator langka jika terjadi lonjakan pasien Covid-19 seperti yang kini terjadi di Amerika SerIkat.
Ini kisahnya yang dilansir dari BBC.
Dalam fasilitas seluas 743 meter persegi di Pune, India barat, sekelompok insinyur muda berlomba melawan waktu untuk mengembangkan ventilator murah yang bisa menyelamatkan ribuan nyawa jika pandemi coronavirus mengganas.
Insinyur ini - dari beberapa kampus top India - bekerja di start up berusia dua tahun yang membuat robot tanpa air membersihkan tanaman surya, Robotika Nocca.
Usia rata-rata insinyur mekanik, elektronik dan dirgantara yang bekerja di Robotika Nocca adalah 26 tahun.
India, diperkirakan hanya memiliki 48.000 ventilator.
Padahal satu dari enam pasien Covid-19 sakit parah, akan kesulitan bernapas hingga membutuhkan ventilator.
Setidaknya dua perusahaan India membuat ventilator, sebagian besar dari komponen impor.
Harganya masing-masing sekitar 150.000 Rupee (2.000 dollar AS setara Rp 32,8 juta).
Salah satunya, AgVa Healthcare, berencana memproduksi 20.000 ventilator dalam waktu sebulan.
India juga telah memesan 10.000 ventilator dari China, kecil kemungkinan dipenuhi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/amerika-redam-virus-corona-dengan-social-distancing.jpg)