Virus Corona

Bersiap Hadapi Wabah Covid-19, Insinyur Muda India Produksi Ventilator Murah Hanya Sepertiga Harga

Nocca Robotics membuat ventilator hanya menelan biaya 50.000 rupee ( 662 dolar AS setara Rp 10,8 juta) dari harga pasaran 150.000 Rupee.

Editor: Tariden Turnip
reuters
Bersiap Hadapi Wabah Covid-19, Insinyur Muda India Produksi Ventilator Murah Hanya Sepertiga Harga. Pasien Covid-19 antre mendapat pelayanan di New York 

Ventilator invasif yang dikembangkan oleh para insinyur di Nocca Robotics hanya menelan biaya 50.000 rupee ( 662 dolar AS setara Rp 10,8 juta).

Dalam lima hari kerja, tujuh insinyur sudah membuat tiga prototipe.

Prototipe ventilator ini sedang diuji pada paru-paru buatan, perangkat prostetik yang menyediakan oksigen dan menghilangkan karbon dioksida dari darah.

Pada 7 April, ventilator ini dapat diuji pada pasien setelah persetujuan.

"Ini tentu saja bisa dilakukan," kata Dr Deepak Padmanabhan, seorang ahli jantung di Institut Ilmu Kardiovaskular dan Penelitian Kardiovaskular Bangalore, dan penasihat utama proyek ini.

"Simulasi pada paru-paru buatan telah dilakukan dan tampaknya bekerja dengan baik."

Kisah menginspirasi

Aksi anak muda India ini mengembangkan mesin pernapasan invasif murah buatan dalam negeri adalah kisah inspiratif tentang koordinasi yang cepat dan tindakan cepat yang melibatkan lembaga-lembaga publik dan swasta, sesuatu yang tidak umum di India.

"Pandemi telah menyatukan kita semua dengan cara yang tidak pernah saya bayangkan," kata Amitabha Bandyopadhyay, seorang profesor ilmu biologi dan bioteknologi di Institut Teknologi India (IIT), Kanpur, yang juga penggerak utama proyek.

Para insinyur muda itu mengumpulkan informasi dari para pemasok kebutuhan medis bagaimana membuat ventilator.

Setelah itu mereka butuh delapan jam untuk menghasilkan prototipe pertama.

Ada beberapa komponen khusus yang merupakan rancangan insinyur di MIT Amerika.

Tapi dalam kondisi lockdown, impor macet, para insinyur menggantinya dengan sensor tekanan - komponen kunci dari mesin yang membantu memasok oksigen ke paru-paru, yang digunakan dalam drone dan tersedia di pasar.

Otoritas setempat membantu untuk mendapatkan komponen karena ada lockdown.

Satu mesin membutuhkan 150 hingga 200 suku cadang - di mana sebagian didapat di Nanded, 400km (248 mil) dari Pune.

Sumber: bbc
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved