Fakta Baru Corona di Sumut
UPDATE Covid-19, Ada Empat Anak PDP Dirawat di Ruang Isolasi RS Martha Friska
Saat ini ada empat orang anak yang tengah menjalani masa isolasi di Rumah Sakit Martha Friska, Jalan Multatuli, Kota Medan.
Penulis: Satia | Editor: Juang Naibaho
TRI BUN MEDAN.COM, MEDAN - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Provinsi Sumatera Utara, Aris Yudhariansyah mengatakan, saat ini ada empat orang anak yang tengah menjalani masa isolasi di Rumah Sakit Martha Friska, Jalan Multatuli, Kota Medan.
Keempat anak ini menjalani isolasi setelah tim medis mendiagnosanya terpapar virus Corona atau Covid-19.
"Saat ini ada empat anak sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di RS Martha Friska," kata dia, saat siaran langsung melalui akun YouTube Humas Pemprov Sumut, Selasa (14/4/2020).
Dari empat PDP anak tersebut, tiga orang anak berjenis kelamin laki-laki dan satu di antaranya perempuan.
Akan tetapi, Aris tidak menyebutkan secara detail usia keempat pasien ini.
"Tiga orang laki-laki dan satu perempuan," kata dia.
Untuk saat ini, keempat pasien tengah mendapatkan perawatan secara intensif oleh pihak medis.
Aris juga tidak menbeberkan asal anak-anak yang diduga terpapapr virus Corona tersebut.
Selanjutnya, Aris meminta kepada masyarakat untuk selalu mematuhi imbauan dari pemerintah. Yaitu, selalu mewaspadai penyebaran virus ini dengan menjaga kesehatan masing-masing.
Ia juga meminta kepada seluruh masyarakat agar dapat memakai masker selama berada di luar ruangan. Tidak hanya itu, pemerintah juga meminta kepada masyarakat agar dapat menjaga jarak satu dengan yang lain.
Perihal ini dimintakannya guna memutus rantai penyebaran virus kepada yang lain. Sebab, jumlah kasus akan terus bertambah, apabila masyarakat tidak mengiyakan aturan dari pemerintah.
Untuk memutus rantai penyebaran, pemerintah juga sudah mengimbau seluruh masyarakat tidak melakukan perjalanan keluar kota. Apalagi, untuk melakukan mudik pulang kampung jelang Hari Raya Idul Fitri.
Dikatakannya, virus Corona ini dapat disembuhkan, apabila masyarakat tidak panik selama mengalami gejala. Tetap tenang, dan pastinya memakai masker guna tidak menularkan kepada orang lain.
"Dapat disembuhkan dan kita mampu untuk menangani virus ini," tegasnya.
• Insentif Tak Dibayarkan, 5 Dokter di RSUD Padangsidimpuan Tak Mau Lagi Tangani Pasien Covid-19
• BREAKING NEWS: Pembunuhan Mahasiswi Unpri Medan Terungkap, Pelaku Diduga Sopir dan Kenek Angkot
• BREAKING NEWS, FSPMI Sumut Terima 600 Laporan Buruh Kena PHK, Ini Sebaran 3 Kota Terbanyak
Balita Usia 2,5 Tahun Meninggal
Sebelumnya, seorang balita yang berstatus PDP di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, meninggal dunia pada Minggu (12/4/2020) pukul 03.00 WIB dini hari tadi.
Informasi yang berhasil dihimpun, bayi berusia 2 tahun 6 bulan tersebut berjenis kelamin perempuan.
Bayi usia 2,5 tahun tersebut merupakan kasus pertama terkait virus Corona yang merenggut nyawa anak-anak di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Terkait meninggalnya bayi tersebut, Kassubag Humas RSUP Haji Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak membenarkan adanya PDP anak yang meninggal di RSUP Adam malik.
Dalam keterangannya, pasien tersebut terbilang baru dirawat.
Bayi tersebut masuk dan dirawat di ruang isolasi RSUP Adam Malik pada Sabtu (11/4/2020) pukul 16.00 WIB.
"Namun dini hari tadi, pasien meninggal dunia," ujarnya.
Lebih lanjut Rosa mengatakan bahwa saat ini jenazah almarhum sudah dibawa untuk langsung dikebumikan.
Namun selain punya gejala yang mengarah ke Covid-19, pasien juga memiliki riwayat penyakit jantung.
"Makanya status pasien adalah PDP," jelasnya.
Dalam hal tersebut, bayi tersebut tidak dilakukan rapid test.
Namun, tim medis RSUP Adam Malik sudah mengambil swab bayi malang tersebut untuk diperiksa apakah benar positif terpapar Covid-19 atau tidak.
"Untuk swab-nya, tadi langsung diambil untuk memastikan positif atau bukan," pungkasnya.
(Wen/Tri bun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/juru-bicara-gugus-tugas-percepatan-penanganan-covid-19-222.jpg)