Yayuk Masitoh Ikhlaskan Kepergian Suami, Yakin Bukan Akibat Terinfeksi Covid-19
Istri Suhandi, Yayuk Masitoh Batubara, mengaku telah mengikhlaskan kepergian suaminya sebagai bagian dari kehendak Tuhan Yang Maha Esa.
TRIBUN-MEDAN.com - Hampir tiga pekan setelah kepergian Suhandi Andhiq, pengurus Partai Amanat Nasional Sumatera Utara, istri dan anak yang ditinggalkan mulai menata kehidupan.
Suhandi Andhiq dinyatakan meninggal dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan sempat dirawat di Rumah Sakit Madani, Medan.
Istri Suhandi, Yayuk Masitoh Batubara, mengaku dalam keadaan baik dan sehat bersama ke dua anaknya.
Ia pun mengaku telah mengikhlaskan kepergian suaminya sebagai bagian dari kehendak Tuhan Yang Maha Esa.
"Alhamdulillah kami sehat-sehat dan baik-baik saja sekarang. Cobaan pasti datang silih berganti. Saya sudah ikhlas dan bersabar menghadapi semuanya," kata Yayuk, Minggu (19/4/2020).
Namun, ketika bercerita, Yayuk tak kuasa menahan tangisnya, terutama karena mengingat berbagai pemberitaan terkait suaminya.
Menurut Yayuk, status PDP yang disandang suaminya menjadikan proses pengobatan menjadi sangat tidak nyaman dan pelayanan kurang memadai.
"Waktu ditetapkan sebagai PDP almarhum langsung dimasukan ke dalam ruang isolasi, ruangannya sempit sekali dan panas, saya sempat kipas-kipasin dia karena kondisi ruangannya membuat dia semakin sesak," terang Yayuk.
Ia berpendapat seharusnya ada alat untuk rapid test di pintu-pintu masuk rumah sakit, jadi tidak lama kepastiannya dan pasien bersama keluarga tidak menduga-duga.
"Malam itu waktu saya menemani suami saya berobat, dia langsung diisolasi di dalam ruangan selebar 2x3 tanpa ventilasi. Pergerakan saya pun terbatas, saya tidak diperbolehkan keluar-masuk, bagi saya itu sebuah ketakutan yang berlebih," katanya.
Yayuk menyatakan suaminya tidak terkena Covid-19.
"Tidak sedikit yang berprasangka yang tidak-tidak dengan penyebab meninggal suami saya. Padahal dia kelelahan. Kondisi fisiknya menurun karena harus pulang pergi Padang-Tanjung Balai untuk mengantar jenazah ibunya. Malam itu dia mengadu sesak karena asam lambungnya naik," ujarnya.
Sehari setelah suaminya meninggal, Yayuk beserta kedua anaknya mengikuti rapid test dan dinyatakan negatif virus corona.
Jangan Hilang Kemanusiaan
Yayuk mengatakan, dirinya ikhlas melepas kepergian suaminya karena menurutnya itu adalah kehendak Yang Maha Kuasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pdp-corona-dan-istri.jpg)