Tangis Haru Halim saat PSMS Tak Terdegradasi Tahun 1996

Semua pemain berjuang agar PSMS tidak menelan kekalahan. Jika mereka kalah dari Persib, tim Ayam Kinantan akan terdegradasi.

Tribun-Medan.com/Ilham Fazrir Harahap
Pelatih kiper PSMS Medan, M Halim 

TRIBUN-MEDAN.com - Memperingati ulang tahun ke-70 PSMS Medan, pelatih kiper M Halim teringat masa-masa kejayaan tim Ayam Kinantan saat ia masih menjadi Kiper.

Banyak momen-momen yang tak terlupakan saat ia berseragam PSMS.

Satu diantaranya adalah saat menghadapi Persib Bandung pada Liga Kansas Divisi Utama 1996. Kala itu, PSMS tengah di ujung tanduk nasibnya pada akhir musim.

Semua pemain berjuang agar PSMS tidak menelan kekalahan. Jika mereka kalah dari Persib, tim Ayam Kinantan akan terdegradasi.

Beruntung saat itu Halim sebagai penjaga gawang berhasil menahan serangan Persib sehingga Ayam Kinantan terhindar dari kekalahan.

"Kami berhasil menahan seri, padahal main di kandang Persib. Saat itu, kami diserang terus oleh Persib," katanya saat dihubungi, Jumat (24/4/2020).

Saat itu, Halim mengaku kewalahan menahan gempuran Persib. Sehingga ia pun serasa tidak percaya timnya bisa mencuri poin dari kandang lawan. Usai pertandingan, para penggawa PSMS serasa menjadi juara Liga Indonesia.

"Kalau kami kalah saat itu, PSMS terdegradasi. Kami menangis karena terharu," tuturnya.

Musim berikutnya, Persib Bandung merekrut Halim.
"Tahun depannya aku ditarik ke Persib. Kemudian dari Persib, melanglang-buanalah ke klub-klub lain. Makanya momen inilah yang tak terlupakan bersama PSMS," pungkasnya. (lam)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved