Dampak Corona, Dinas Pariwisata Kabupaten Karo Mendata Penurunan PAD 50 Persen
Kondisi saat ini adalah jumlah pengunjung yang datang ke Karo sangat jauh berkurang, bahkan dapat dikatakan sama sekali tidak ada.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRI BUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Akibat dari penyebaran virus Corona, membawa dampak buruk bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat bahkan bagi pendapatan suatu daerah.
Untuk di Kabupaten Karo, salah satu sektor yang diandalkan untuk menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah dari sektor pariwisata.
Saat dinyata perihal hal ini ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karo, Kepala Disparbud Karo Munarta Ginting mengungkapkan untuk PAD objek wisata yang berada di bawah naungannya sangat jauh berkurang.
Dirinya mengatakan, pihaknya mendata saat ini jumlah penurunan pendapatan mencapai 50 persen lebih.
"Kalau untuk angka pastinya kita belum dapat, tapi kalau kita lihat sejak berkurangnya jumlah kunjungan, pendapatan kita juga berkurang dan sekarang sudah lebih dari 50 persen," ujar Munarta, Minggu (26/4/2020).
Seperti diketahui, hampir di setiap musim libur masyarakat baik dari seputar Sumatera Utara, maupun di luarnya selalu menyempatkan diri untuk berlibur ke Kabupaten Karo.
Namun, ketika kondisi saat ini jumlah pengunjung yang datang sangat jauh berkurang, bahkan dapat dikatakan sama sekali tidak ada.
Terlebih, semenjak Provinsi Sumatera Utara sudah menetapkan status tanggap darurat Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo juga turut mengikuti hal tersebut.
Dari status ini, Pemkab Karo melalui Disparbud juga mengambil kebijakan untuk menutup sementara objek-objek wisata yang berada di bawah naungannya.
"Kalau yang berada di bawah naungan kita itukan ada Bukit Gundaling, sama wisata air terjun sipiso-piso. Dari sini kita lihat satu tahun ini ya, itu sudah berkurang 50 persen dari target kita," ucapnya.
Ketika dirinya perihal target yang telah ditentukan, dirinya mengaku kurang mengingat angkanya secara pasti.
Namun, jika dilihat satu tahun terakhir ini dan ditambah dari serangan virus corona pihaknya melihat pendapatan sangat anjlok dari yang sudah ditargetkan.
• Akibat Corona, Pegiat Wisata di Berastagi Andalkan Sektor Pertanian Bahkan Ada yang Menganggur
Lebih lanjut, Munarta menjelaskan untuk PAD yang juga terasa dari sektor yang berkaitan dengan pariwisata ialah penyediaan jasa hotel dan restoran.
Dirinya menyebutkan, untuk di Kabupaten Karo memang terlihat pendapatan dari wisatawan yang berkunjung juga terasa di sektor tersebut.
Ketika ditanya perihal hal ini, Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Safry Gantang Peranginangin, turut mengungkapkan hal serupa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pasar-buah-berastagi-1.jpg)