Ramadhan 2020

Merasakan Kuliner Buka Puasa Khas Sumut, Pakkat Pak Regar Sudah Terkenal Sejak Tahun 1995

Pakkat yang terkenal dengan nama Pakkat Pak Regar ini terletak di Jalan Letda Sujono, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.

TRIBUN MEDAN/KARTIKA
KULINER khas Sumut, Pakkat atau pucuk rotan yang menjadi buruan saat berbuka puasa. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pakkat atau pucuk rotan identik sebagai menu khas berbuka puasa bagi masyarakat Sumatra Utara khususnya kota Medan.

Makanan khas Tapanuli Selatan ini biasanya ramai diburu saat bulan Ramadan.

Biasanya pada bulan Ramadan, penjual Pakkat akan mudah ditemui di pinggir jalan ataupun pusat keramaian yang menjadi kawasan kuliner berbuka puasa.

Diantaranya ada Sofyan yang sudah berjualan Pakkat secara turun temurun dari mulai kakek hingga dirinya selama 25 tahun atau sejak tahun 1995.

Pakkat yang terkenal dengan nama Pakkat Pak Regar ini terletak di Jalan Letda Sujono, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.

Sofyan menuturkan bahwa dia sendiri sudah ikut ayahnya berjualan sejak tahun 2001 dimulai dari sang ayah.

Ia mengungkapkan bahwa menjual Pakkat ini tidak hanya di bulan Ramadan saja namun juga di hari biasa.

"Kita sudah menjual pucuk rotan ini sejak tahun 2001. Ini turun temurun dari ayah lalu ke abang hingga akhirnya ke saya. Saya mulai aktif jualan itu tahun 2015. Kita menjual Pakkat ini tidak hanya di bulan Ramadan saja, namun di hari biasa kita juga berjualan," ungkap Sofyan, Jumat (24/4/2020).

Pakkat milik Sofyan dan keluarga ini sudah terkenal dengan memasok Pakkat hampir di seluruh rumah makan yang ada di kota Medan.

Untuk perbatangnya mereka menjual seharga Rp 2500 per batang.

Pakkat Sofyan juga menjual per paket dengan empat batang ukuran sedang dan lima batang seharga Rp 10 ribu per masing paketnya.

Sofyan menjelaskan bahwa selama bulan Ramadan omsetnya meningkat pesat hingga lima kali lipat.

Kalau di hari biasa Sofyan dan keluarga meraup keuntungan sebesar Rp 5-6 juta, sedangkan untuk di bulan Ramadan melonjak hingga Rp 15 juta per bulannya.

"Wah untuk meningkatnya hampir meningkat empat hingga lima kali lipat. Kalau di hari biasa bisa menghabiskan 600 batang per harinya sebelum bulan Ramadan. Kalau di bulan Ramadan sekitar 1500 batang per harinya," terangnya.

Toge Penyabungan Khas Mandailing Natal, Diburu Umat Muslim di Medan Sebagai Menu Berbuka Puasa

Sofyan mengungkapkan bahwa Pakkat sendiri memiliki cita rasa yang pahit ini tidak luput membuat beberapa orang yang masih awam tertipu.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved