Ramadhan 2020

Kuliner Berbuka Khas Aceh Bu Rosmalina, Bubur Pedas dan Kanji Rumbi Aceh Jadi Primadona

Selain bubur pedas dan bubur kanji rumbi, kuliner ini menyajikan beragam menu seperti es koteng, es pisang raja, dan serabi.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/HO
DOKUMENTASI Bubur Pedas Bu Rosmalina yang telah berdiri selama 15 tahun. Kuliner berbuka bu Rosmalina ini terletak di pelataran Setiabudi Salon, Medan. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Bulan Ramadan tidak terlepas dengan wisata kuliner khas berbuka puasa.

Diantaranya ada bubur pedas dan bubur kanji rumbi yang menjadi andalan kuliner berbuka puasa oleh Jajanan Berbuka khas Aceh milik Rosmalina.

Rosmalina yang asli dari Aceh Tamiang telah membuka usaha kuliner berbuka puasa ini sejak tahun 2005 yang hanya dibuka saat bukan Ramadan untuk menu khas Aceh dan Melayu.

Ia menuturkan bahwa dalam bubur pedas dan bubur kanji rumbi menjadi favorit warga Medan dalam berbuka puasa.

Keduanya dijual dengan harga Rp 15 ribu untuk masing-masing menu.

"Ciri khas jajanan untuk buka puasa ini yaitu bubur pedas dan bubur Kanji Rumbi yang merupakan ciri khas Melayu dan Aceh yang kita jual. Untuk harga perbungkusnya kita jual Rp 15 ribu, tapi yang lainnya rata-rata dengan harga Rp 13 ribu," ujar Rosmalina, Rabu (29/4/2020).

Hal yang spesial dari bubur pedas milik Rosmalina ini yaitu, hampir semua bahan dan rempah-rempah dibawa langsung dari Aceh untuk menjaga kekhasan menu yang ditawarkan.

"Di bubur pedas ini ada 44 bahan rempah-rempat terutama dari berasnya sendiri. Nah, untuk rempah-rempahnya ini seperti daun Sikentut, daun Buas-buas, dan daun Tapak Leman yang kebetulan tidak ada di Medan jadi semua bahan-bahannya ini saya kirim dari Aceh Tamiang. Setiap dua hari sekali saya bawa itu daun rempah-rempah untuk kita oleh disini (Medan)," ujar Rosmalina.

Kuliner berbuka khas Aceh milik Rosmalina terletak di Jalan Setia Budi tepatnya di pelataran parkir Setia Budi Salon milik Rosmalina.

Selain bubur pedas dan bubur kanji rumbi, kuliner ini menyajikan beragam menu seperti es koteng, es pisang raja, serabi, dan yang tak kalah populer ada mie kocok khas Aceh Tamiang.

Rosmalina mengungkapkan bahwa mie kocok yang ia jual seharga Rp 15 ribu ini sangat khas Aceh dengan memesan langsung bahan utama seperti mi dari Aceh.

"Kami juga menjual mi kocok, ciri khas Aceh karena kebetulan saya lahir di Aceh Tamiang dan saya juga ada buka usaha di Jalan Setia Budi ini. Kebetulan mienya ini kita bawa langsung dari Aceh, tidak dari Medan. Karena untuk cita rasanya mienya itu berbeda. Kita order langsung dari Kuala Simpang," ungkap Rosmalina.

Masjid Annazhirin Medan dengan Empat Kombinasi Konsep Arsitektur

Usaha kuliner berbuka yang sudah berjalan 16 tahun ini, menurut Rosmalina sudah memiliki pelanggan tetap mulai dari kota Medan hingga di luar Medan.

"Kalau untuk pelanggan sudah sampai luar kota, seperti kota Binjai, Lubuk Pakam, ataupun Tebing Tinggi. Mereka kadang beli sampai 10 bungkus agar bisa simpan di freezer karena jauh, jadi 10 hari sekali kalau sudah habis mereka kembali lagi," terang Lina.

Saat bulan Ramadan, Rosmalina menuturkan bahwa dalam sehari usaha kuliner berbuka khas Aceh miliknya mampu menjual 500 porsi bubur pedas dan 200 porsi untuk bubur kanji rumbi Aceh.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved