Bobroknya Pendataan Warga yang Mendapatkan Bansos dan BLT di Pemkab Ini, Bupati Minta Maaf
Data yang dipakai Dinas Sosial Kabupaten Bogor untuk menyalurkan bantuan ke warga terdampak adalah data lama tahun 2009.
Ia mencontohkan di kecamatannya, ada 1.000 lebuh keluarga dari tujuh desa yang diajukan untuk mendapat bantuan.
Namun kenyataannya yang mendapatkan bantuan hanya 300-an warga.
Hal tersebut menimbulkan masalah baru di masyarakat.
"Kecamatan kami datanya ada tujuh desa dapat 1.000 sekian, faktanya yang dapat hanya 300 sekian. Kami desa Bantarsari dapatnya 34. Harusnya desa ada yang dapat 130-an, tapi faktanya di bawah 100 itu cuma 45 dan 30 saja," ungkapnya.
Tak hanya itu, Lukman bercerita di Desa Gunung Geulis, Kecamatan Megamendung, hanya satu warga yang mendapatkan bantuan dari presiden.
Hal yang sama terjadi di beberapa desa lainnya.
Bahkan bantuan yang dijanjikan tak juga turun.
"Di kami ada Desa Candali, Kecamatan Rancabungur juga bantuan presiden hanya 2, yang lain ada 12 jadi apa ini. Paling aneh itu gubernur menjanjikan ketika PSBB diberlakukan janjinya hari Rabu bantuan akan segera disalurkan tapi sampai sekarang belum juga ada. Itu yang kemudian kami pertanyakan," kata dia.
(KOMPAS.com/Afdhalul Ikhsan)
Artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul:Menyoal Bantuan di Kabupaten Bogor yang Bermasalah, Gunakan Data 11 Tahun Lalu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ketua-tp-pkk-langkat-saat-membagikan-bantuan-untuk-warga-terdampak-covid-19.jpg)