Wali Kota Risma Tanggapi 2 Karyawan Pabrik Sampoerna Positif Corona Meninggal,Tak Terdeteksi di Awal

2 Karyawan Pabrik Sampoerna meninggal, tak terdeteksi dari awal. Wali Kota Risma menyoroti pasien tak jujur

Editor: Salomo Tarigan
Kolase/Kompas via surya
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini 

TRI BUN-MEDAN.com - 2 Karyawan Pabrik Sampoerna meninggal dunia, tak terdeteksi dari awal jadi sorotan Wali Kota Risma.

Ternyata, karyawan tersebut sebelumnya tetap bekerja.

Kini karyawan lainnya pun dikhawatirkan ikut tertular.

7 Calon Perwira Polisi Positif Virus Corona, 9 Kasus Baru Covid-19

Poin Penting Aturan Cluster Isolation di Kota Medan Berlaku Besok 1 Mei 2020, Ada Ancaman Pidana

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini ikut angkat bicara mengenai status dua karyawan Pabrik Sampoerna Rungkut Surabaya meninggal karena positif COVID-19 ( virus corona).

Akibat meninggalnya dua karyawan tersebut, Pabrik Sampoerna Rungkut Surabaya berpotensi menjadi klaster baru penularan COVID-19 di Kota Surabaya dan Provinsi Jawa Timur.

Wali Kota Risma mengungkapkan, kasus di pabrik itu memang bermula dari pasien yang tak jujur dan memilih tetap bekerja.

7 Calon Perwira Polisi Positif Virus Corona, 9 Kasus Baru Covid-19

GINJAL - Manfaat Minum Air Putih, tapi Kebanyakan Minum Malam Hari Merusak Ginjal, Sakit Asam Urat?

Padahal, seharusnya dia harus menjalani karantina. Menurut Wali Kota Risma, kasus COVID-19 itu bukanlah merupakan klaster baru.

"Sebetulnya dia (pasien) bukan kluster baru," kata Risma, Kamis (30/4/2020).

Menurutnya, dari data Pemkot Surabaya, pasien tersebut awalnya sudah dinyatakan berstatus PDP.

"Jadi yang di awal, waktu itu kan puskesmas menangani sendiri jadi pengawasannya kurang. Dia tetap kerja, sebetulnya dia sudah PDP," ungkapnya.

Upaya tracing digencarkan serta rapid test dan swab test terus dilakukan.

Hal itu agar segera memastikan tak ada rantai persebaran Covid-19.

Risma mengatakan, saat ini karantina masih dilakukan di salah satu hotel setelah melakukan rapid test.

"Makanya dimasukkan hotel dan semua biaya ditanggung Sampoerna," ungkap Risma.

Gugus Tugas COVID-19  

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa didampingi Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Suban Wahyudiono (kiri) dan Perwakilan dari tim monitor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), JB Gebana (kanan) di Gedung Negara Grahadi, Selasa (28/4/2020).
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa didampingi Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Suban Wahyudiono (kiri) dan Perwakilan dari tim monitor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), JB Gebana (kanan) di Gedung Negara Grahadi, Selasa (28/4/2020). (SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro)
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved