Breaking News:

Ramadan di Australia,Yulisyah Putri Ikut Tradisi Berbuka Bersama Mahasiswa Muslim Internasional

Menjalani Ramadan di Australia sama seperti bulan lainnya karena tidak ada hari khusus selama Ramadan.

TRIBUN MEDAN/HO
DOKUMENTASI Yulisyah Putri, mahasiswa di Monash University Caulfield, Australia. Sejak tahun 2019, Yulisyah sudah menjalani Ramadan bersama suami di Australia. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Menjalani Ramadan dan berbuka puasa di negeri orang tentu akan berbeda saat melakukannya bersama keluarga.

Hal ini dirasakan oleh Yulisyah Putri, mahasiswa asal Medan yang sedang menempuh pendidikan magister di Monash University Caulfield, Australia.

Di Australia, Yulisyah tidak sendiri menjalani Ramadan.

Bersama sang suami yang juga menempuh pendidikan di University of Melbourne ini bisa mengobati rasa rindunya jalani Ramadan jauh dari keluarga.

Yulisyah menuturkan bahwa di univesitas tempat ia belajar ada tradisi buka puasa bersama dengan mahasiswa muslim dari seluruh dunia, diantaranya Turki, Arab, Pakistan, dan Bangladesh.

Ia menuturkan bahwa tradisi ini sangat unik karena selagi menunggu berbuka puasa, ia dan mahasiswa lainnya dari berbagai negara dapat bertukar informasi ataupun budaya dari berbagai negara.

"Tentu yang paling dirindukan itu buka bersama keluarga ya. Di sini kita buka bersamanya itu di Universitas Monash Caulfield. Kebetulan disini selalu ada buka puasa gratis, misalnya buka jam enam saya dan teman-teman lainnya datang jam enam kurang. Kita duduk di musala sambil bercerita saling mengenal satu sama lain dan cerita budaya masing," ungkap Yulisyah, Sabtu (2/5/2020).

Tahun 2020 menjadi Ramadan kedua oleh Yulisyah bersama suami di Melbourne Australia sejak Januari 2019.

Bagi Yulisyah, Jalani Ramadan di Australia sangat berbeda dengan Indonesia yang begitu kental khas Ramadan yang sangat bernuansa islami.

"Indonesia terasa sekali bulan Ramadannya, ada buka bareng, ngabuburit, pokoknya suasananya islami banget. tapi di Australia kita tidak akan menemukan itu. Mungkin misalnya ke musala baru buka bareng. Di Indonesia biasanya satu kampung yang merayakan, disini multinasional ada Pakistan, Turki, Singapura dan lainnya. Jadi seru aja kita bisa belajar bareng dari budaya masing" ujar Yulisyah.

Halaman
1234
Penulis: Kartika Sari
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved