Breaking News:

Pengalaman Fadhil Ginting Ramadan di Swiss, Bukber Keliling Masjid Santap Menu Khas Berbagai Negara

Fadhil mengatakan bahwa setiap Idul Fitri, pemerintah Swiss memberikan fasilitas gratis.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Salomo Tarigan
HO/tri bun medan
Halal Bihalal Fadhil (Kiri) bersama pelajar Indonesia bersama Duta Besar Indonesia di Swiss tahun 2019 

"Kalau lagi ingin makan khas Indonesia, aku biasa weekend nyempetin mampir ke acara buka bersama warga Indonesia yang diadakan di kedutaan Swiss atau PTRI Jenewa (Perwakilan Tetap Republik Indonesia). Seperti tahun lalu, aku sempat silaturahmi buka bersama dengan pak Jusuf Kalla di PTRI Jenewa," ujar Fadhil.

Toleransi pemerintah Swiss bagi masyarakat muslim terjalin baik. Fadhil mengatakan bahwa setiap Idul Fitri, pemerintah Swiss memberikan fasilitas gratis.

"Di bulan apapun toleransi beragama di Swiss selalu baik. Di bulan Ramadan tidak ada perbedaan sih karena siang hari perkerjaan dan kuliah berjalan seperti biasa. Untuk Idul Fitri biasanya dari pemerintah swiss memfasilitasi pelaksanaan Idul Fitri seperti fasilitas tempat, transportasi gratis dan lainnya," ungkapnya.

Di Swiss, Ibadah di masjid tidak menjadi kendala. Fadhil menuturkan bahwa di wilayah sekitar kampusnya, terdapat empat masjid yang bebas untuk ia datangi.

"Buat Salat tarawih di masjid tidak ada masalah, deket kampus ada 4 masjid berbeda yang bisa aku datangi. Secara umum, komunitas muslim Swiss ramenya di masjid-masjid dan komunitas muslim kampus aku juga ada. Kalau kegiatan ibadah barengnya ya kurang lebih sama. Bedanya sore-sore di Swiss ya tidak ada Ramadan Fair seperti di Medan atau jualan sore-sore jual takjil," kata Fadhil.

Tambahnya, Fadhil menuturkan bahwa umumnya mayoritas masyarakat muslim di Swiss berasal dari Timur Tengah hingga tersebar dari berbagai negara.

"Orang muslim yang ada di Zurich asalnya dari berbagai macam negara. Kalau lihat masjid di Zurich, tiap masjid biasanya diurus sama kebanyakan komunitas muslim dari negara tertentu, misalnya Turki, Aljazair, Pakistan, dan Maroko," tambah Fadhil.

Ramadan di negara orang pasti memiliki pengalaman berkesan bagi seseorang yang menjalaninya.

Tidak terkecuali Fadhil. Ia mengungkapkan pengalaman berkesan ketika ia berbuka puasa setiap harinya.

Bagi Fadhil, berbuka puasa di Swiss membuat ia bisa lebih mengenal masyarakat dari berbagai belahan dunia yang mungkin tidak dapat ia rasakan ketika berada di tanah air.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved