Ramadhan 2020
Berdiri Sejak 1887, Masjid Jamik Kebun Bunga Pertahankan Bangunan Beton Asli
Hal ini dapat terlihat dari bangunan berupa masjid yang menjadi sejarah eksistensi peradaban India muslim yaitu Masjid Jamik.
"Ornamen khusus masjid ini tidak ada namun benar-benar mengandalkan kekokohan dan ketebalan dari bangunan tersebut dengan berupa dinding yang mencapai ketebalan 70 cm dengan bata yang dua kali susun sehingga kedap suara. Alhamdulillah sejak tahun 1887 hingga sekarang hanya ada renovasi pemasangan keramik saja," ungkap Sidik.
Masjid Jamik saat ini sudah termasuk sebagai cagar budaya, Sidik menuturkan bahwa pengelola tidak bisa semena-semena melakukan pembangunan masjid yang mengubah ciri khas masjid Jamik.
Selama Ramadan, Masjid Jamik rutin adakan buka puasa dengan menu khas India. Sidik mengungkapkan hal ini dilakukan untuk mengangkan nuansa India di tanah Melayu ini.
"Aktivitas Ramadan ini kita selalu berbuka setiap hari dan tiap hari minggu kita ada berbuka dengan masakan khas India seperti kari. Kita benar-benar mengangkat nuansa khas India," kata Sidik.
Ramadan di tengah pandemi Covid-19 saat ini bagi Sidik sebagai waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia berharap agar di Ramadan ini, masyarakat dapat lebih intropeksi diri untuk memperbaiki kesalahan agar lebih baik kedepannya.
"Harapannya di bulan Ramadan yang bersamaan dengan Covid-19 ini, bisalah kita menguatkan iman kita, memperbaiki kesalahan dan terus intropeksi diri apa kesalahan yang harus diperbaiki," pungkas Sidik.
(cr13/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/masjid-jamik-1.jpg)