Ramadhan 2020

Es Campur Amo: Minuman Andalan Saat Berbuka Puasa di Medan

Es Campur Amo sudah tersohor dan legendaris di Kota Medan. Begitu juga soal cita rasa, dan kelezatannya tak usah dipertanyakan lagi.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/AQMARUL
ES Campur Amo yang merupakan es campur legendaris sejak 1984 berlokasi di Jalan Sei Kera, No. 117 Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Tak hanya kuliner tradisional yang unik dan penganan khas daerah yang dicari masyarakat Medan untuk menu berbuka puasa di bulan Ramadan.

Minuman-minuman yang menyegarkan tubuh dan minuman yang manis juga menjadi pilihan menu berbuka puasa.

Salah satunya Es Campur Amo, yang sudah ada sejak 1984 dan berloaksi di Jalan Sei Kera No. 117, Sei Kera Hulu, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan.

Owner Es Campur Amo, Januar mengatakan setiap bulan suci Ramadan, es campur ini menjadi minum andalan saat berbuka puasa bagi sebagian orang Medan.

Hal ini dikarenakan Es Campur Amo sudah tersohor dan legendaris di Kota Medan.

Begitu juga soal cita rasa, dan kelezatannya tak usah dipertanyakan lagi.

"Kenapa dibilang minuman andalan buka puasa. Karena saat Ramadan seperti ini ramai pengunjung yang membeli Es Campur Amo. Kebanyakan yang membeli, untuk berbalik puasa," ucapnya.

Dikatakannya, Es Campur Amo ini juga sering dipesan oleh kantor-kantor dan dinas-dinas yang ada di Kota Medan sebagai bekal  untuk minuman berbuka puasa di bulan Ramadan.

Biasanya, orang-orang kantoran dan dinas memesan 20 bungkus sampai 50 bungkus.

"Yang dipesan bermacam-macam, ada menu es campur, es alpukat atau pokat kocok, es buah, dan es cendol," tuturnya.

Biasanya pemesanan yang ramai sekitar pukul 15.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB.

Kemudian, kebanyakan pembeli membeli lebih awal atau tiga jam sebelum waktu berbuka.

Hal ini karena pemebeli takut tidak mendapatkan es campur atau minuman best seller dari Es Campur Amo.

"Menu best seller Es Campur Amo itu seperti es campur, cendol, es buah dan pokat kocok atau es alpukat. Hampir rata harganya dari Rp 14 ribuan sampai Rp 17 ribuan per porsi. Tapi paling andalan adalah minuman es campurnya," katanya.

Dirikan Dapur Ramadan, Aksi Salam Sumut Berbagi Takjil Kepada Masyarakat Pinggiran Sungai Deli

Januar juga menceritakan di Ramadan 1441 H, untuk pemesanan menu es campur setiap harinya tercatat sebanyak 500 bungkus sampai 600 bungkus.

Akan tetapi, Ramadan tahun ini penjualan sangat menurun drastis, ketimbang bulan Ramadan tahun lalu.

"Kalau bulan Ramadan tahun lalu tidak ada wabah Covid-19, maka ramai yang beki dan makan di sini. Tapi, tahun ini kebanyakan beli online, karena tak boleh makan di tempat. Soalnya kan lagi wabah Covid-19," tuturnya.

KARYAWAN Es Campur Amo, Heppi sedang membuat es campur pesanan pembeli.
KARYAWAN Es Campur Amo, Heppi sedang membuat es campur pesanan pembeli. (TRIBUN MEDAN/AQMARUL)

Januar menambahkan, Es Campur Amo pasti halal dan lezat. Sensasi Kelezatan Es Campur Amo terlihat dari perpaduan bahan dan komposisinya.

Yaitu terdiri dari santan asli, gula merah asli, lengkong, delima, cendol, kacang merah, tape, kolang kaling dan buah nangka yang dipotong kecil-kecil.

"Ya, es campur ini terasa lezat sekali, karena rasa dari santan dengan perpaduan gula merah terasa, dan sangat berbeda dengan es campur yang ada di Kota Medan. Apalagi dengan ditambah dari kelezatan rasa dari kacang merah buatan kami sendiri. Itu yang menambah kelezatannya," ucapnya

Apabila ada yang ingin berkunjung atau mencicipi Es Campur Amo ini dapat berkunjung pada saat jam operasional dari hari Senin sampai hari Minggu buka pada pukul 11.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB.

Es campur Amo juga dapat dipesan melalui apkikasi ojek online. (cr22/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved