Breaking News:

Masjid Sulaimaniyah Bukti Perkembangan Islam di Sumut Pada Masa Kesultanan Serdang

"Jadi, seiring dengan pembangunan Istana Darul Arif pada tahun 1901, mesjid ini pun dipermanenkan.

Penulis: Aqmarul Akhyar | Editor: Salomo Tarigan
TRI BUN MEDAN/Aqmarul Akhyar
Masjid Masjid Sulaimaniyah, peninggalan Sultan Serdang di Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Minggu (10/5/2020) 

TRI BUN-MEDAN.com - Bukti perkembangan agama Islam di Sumut, tak hanya sekedar cerita sejarahnya saja.

Melainkan tempat-tempat beridah, seperti masjid yang bersejarah.

Satu di antaranya Masjid Sulaimaniyah, yang terletak di Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Masjid ini merupakan bukti perkembangan Islam di Sumut pada masa Kesultanan Serdang

Seorang cucu Sultan Sulaiman Shariful Alamshah (Sultan Serdang V), Hj. Tengku Mira Sinar, M.A. binti Tengku Luckman Sinar, SH., Al-Haj, menceritakan Masjid Sulaimaniyah didirikan oleh Sultan Sulaiman Shariful Alamshah. Ketika baginda pindah dari Kraton Kampong Bogak Rantau Panjang, ke Kraton Kota Galuh Perbaungan ditahun 1894.

Batu Prasasti Masjid peninggalan Sultan Serdang
Batu Prasasti Masjid peninggalan Sultan Serdang (TRI BUN MEDAN/Aqmarul Akhyar)

"Jadi, seiring dengan pembangunan Istana Darul Arif pada tahun 1901, mesjid ini pun dipermanenkan. Sultan Sulaiman adalah putera tunggal Sultan Basyaruddin. Baginda ditabalkan sebagai Sultan Serdang V pada tahun 1887, mangkat (meninggal dunia), pada tahun 1946," tuturnya.

Ada pun tujuan membangun masjid tersebut, karena setiap kerajaan Melayu pasti ada mesjid. Hal ini merupakan sebagai simbol kerajaan Islam. Sebab, Kesultanan Serdang merupakam kerajaan Islam. Namun, Kesultanan Serdang adalah pecahan dari kesultanan Deli.

"Pada saat itu, wilayah awal Kesultanan Deli yaitu Deli Tua adalah bekas ibukota kerajaan Haru Islam pada abad 15. Penduduk kerajaan Haru adalah suku Karo yang berimigrasi dari Tanah Karo ke dataran rendah. Karena adanya ekspansi Aceh di Tanah Karo," ujarnya.

Lalu, pada masa itu Sultan Serdang menjalankan hukum kepada rakyat berdasarkan Hukum Syariah Islam dan Hukum Adat. Seperti kata pepatah “Adat Melayu bersendikan Hukum Syara’, Hukum Syara’ bersendikan Kitabullah”. Sambungnya, pada masa kerajaan Kesultanan Serdang. Sultan Sulaiman membangun dua mesjid atas namanya.

"Pertama Mesjid Raya Sulaim

Gambaran di Teras dan Bantuk Pintu  Masjid Sulaimaniyah merupakan Masjid Peninggalan Kesultanan Serdang di Simpang Tiga Pekan, Kec Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Minggu 10 Mei 2020
Gambaran di Teras dan Bantuk Pintu Masjid Sulaimaniyah merupakan Masjid Peninggalan Kesultanan Serdang di Simpang Tiga Pekan, Kec Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Minggu 10 Mei 2020 (TRI BUN MEDAN/Aqmarul Akhyar)
Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved